INDRAMAYU // MSN,
Keluarga besar SMK Negeri 1 Bongas, Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu, menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan melalui aksi bersih-bersih dalam rangka memperingati World Cleanup Day (WCD) 2026, Jumat,18/9/2026.
Kegiatan yang melibatkan seluruh unsur sekolah tersebut tidak hanya difokuskan pada upaya membersihkan lingkungan sekolah dan area di sekitarnya. Lebih dari itu, momentum WCD dimanfaatkan sebagai sarana edukasi untuk membangun kesadaran dan karakter peserta didik agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta mampu menerapkan budaya hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari.
Aksi tersebut menjadi bagian dari upaya SMKN 1 Bongas dalam menjalankan visi dan misi sekolah yang sinergis. Kegiatan juga diintegrasikan dengan nilai-nilai Pendidikan Karakter Pancawaluya yang diusung Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Jawa Barat, H. Dedi Mulyadi, S.H.
Kepala SMKN 1 Bongas, Leo Bagus Saputra, S.Pd.Kor, M.Pd, menegaskan bahwa peringatan World Cleanup Day tidak semestinya dipandang hanya sebagai kegiatan seremonial untuk membersihkan sampah.
Menurutnya, kegiatan kebersihan yang dilakukan secara bersama-sama memiliki makna yang lebih luas, terutama dalam membentuk kebiasaan positif dan menanamkan nilai-nilai luhur kepada para peserta didik.
“Momentum WCD 2026 bukan sekadar ritual seremonial membersihkan sampah. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana penting untuk menanamkan nilai-nilai luhur kearifan lokal Jawa Barat kepada para siswa,” ujar Leo.
Ia menambahkan, keterlibatan langsung warga sekolah dalam kegiatan kebersihan diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan sekolah. Dengan demikian, kepedulian terhadap kebersihan tidak berhenti ketika kegiatan WCD selesai, tetapi dapat menjadi kebiasaan yang diterapkan secara berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, seluruh tenaga pendidik, tenaga kependidikan, serta peserta didik SMKN 1 Bongas turut ambil bagian. Para guru dan wali kelas mendampingi siswa di masing-masing wilayah yang telah ditentukan sehingga kegiatan berlangsung secara terarah dan melibatkan berbagai unsur sekolah.
Pembagian tersebut membuat seluruh bagian lingkungan sekolah mendapatkan perhatian secara menyeluruh. Para siswa tidak hanya membersihkan sampah yang terlihat, tetapi juga diajak untuk memperhatikan kondisi lingkungan di sekitar ruang belajar, fasilitas sekolah, hingga area yang menjadi ruang interaksi warga sekolah.
Semangat gotong royong tampak menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Guru, tenaga kependidikan, dan siswa bekerja bersama dalam satu kegiatan dengan tujuan yang sama, yakni menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, nyaman, dan tertata.
Bagi SMKN 1 Bongas, kebersihan lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan. Lingkungan sekolah yang bersih dan nyaman diharapkan dapat mendukung terciptanya suasana belajar yang lebih kondusif sekaligus menjadi ruang pembelajaran karakter bagi para siswa.
Melalui peringatan WCD 2026, sekolah juga berupaya menguatkan pemahaman bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Kesadaran tersebut dapat dimulai dari tindakan sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan fasilitas sekolah, mengurangi kebiasaan membuang sampah sembarangan, serta ikut merawat lingkungan sekitar.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk nyata pembiasaan karakter di lingkungan pendidikan. Nilai kebersamaan, tanggung jawab, disiplin, kepedulian, dan gotong royong diharapkan tumbuh melalui pengalaman langsung, bukan hanya melalui penyampaian materi di ruang kelas.
Dengan keterlibatan seluruh keluarga besar sekolah, SMKN 1 Bongas berharap semangat World Cleanup Day tidak berhenti pada satu momentum peringatan. Gerakan tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi budaya positif yang terus dijaga dan diterapkan dalam keseharian warga sekolah.
Melalui aksi sederhana yang dilakukan secara bersama-sama, SMKN 1 Bongas ingin menunjukkan bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan bagian dari pendidikan karakter sekaligus investasi untuk menciptakan generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial di sekitarnya.
Peringatan World Cleanup Day 2026 pun menjadi momentum bagi keluarga besar SMKN 1 Bongas untuk memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong, sekaligus menegaskan komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih, nyaman, dan berkarakter.
(Tim MSN Indramayu)

