Jakarta //MSN,
Meskipun kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi merupakan kapal induk hibah dan bekas angkatan laut Italia yang telah beroperasi selama kurang lebih 40 tahun, tetapi kapal induk ini diklaim masih dapat beroperasi selama kurang lebih 20 tahun ke depan bersama Armada kapal perang TNI Angkatan Laut.
Jika kita melihat secara proporsional Kapal induk hibah ITS Giuseppe Garibaldi, sebenarnya masih lebih baik daripada kapal induk yang sebelumnya dibeli oleh Cina dari Ukraina atau Uni Soviet saat itu.
Namun dengan kemampuan para engineering China, Kapal induk eks-Soviet Varyag yang dibeli dari Ukraina pada tahun 1998 kini telah bertransformasi sepenuhnya menjadi kapal induk aktif bernama Chinese aircraft carrier Liaoning.
Berikut Kondisi kapal induk Soviet Varyag Saat Dibeli oleh china pada tahun 1998:
1. Struktur mentah: Baru selesai sekitar 60-70%.
2. Tanpa mesin: Mesin pendorong dan kemudi sudah dilucuti.
3. Tanpa sistem vital: Belum memiliki kelistrikan, radar, dan persenjataan.
4. Bangkai berkarat: Ditinggal mangkrak di galangan kapal Nikolayev, Ukraina.
5. Kedok pembelian: Diumumkan akan dijadikan kasino terapung di Makau.
Sementara di sisi lain, jika kita melihat kondisi tersebut tentunya Indonesia jauh lebih beruntung, sebab kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi masih dapat beroperasi sekitar 15 hingga 20 tahun ke depan.
Selain itu industri galangan perkapalan Ficantieri dan Lonardo italia siap bekerjasama bersama PT PAL untuk melakukan retrofit atau perbaikan pada kapal induk dari Sriwijaya atau dengan kata lain kedua industri raksasa asal Italia siap melakukan transfer teknologi terhadap industri galangan perkapalan PT PAL Indonesia.
Dengan berbekal dukungan dari kedua raksasa industri pertahanan Italia tersebut, tentunya bukan hal yang mustahil jika sekitar beberapa tahun kedepan Indonesia mampu secara mandiri membuat sendiri kapal induk, apalagi dalam pernyataan direktur utama PT PAL Kaharuddin Djenond baru-baru ini, mengklaim bahwa Indonesia sebenarnya sudah mampu membuat sendiri kapal induk dan tinggal menunggu realisasi dari pemerintah.
(Red/Tim)
