Indramayu//MSN,
Semangat pelestarian seni dan budaya daerah terus ditanamkan di lingkungan pendidikan. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan penampilan seni tari yang digelar oleh UPTD SDN 3 Margamulya, Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu, dengan menampilkan Seni Tari Topeng Kelana dan Seni Tari Topeng Udeng, Sabtu (19/09/2026)
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata upaya sekolah dalam memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengembangkan bakat, kreativitas, sekaligus mengenal dan mencintai kekayaan seni budaya yang tumbuh di tengah masyarakat.
Di bawah kepemimpinan Carlam, S.Pd.I, M.Pd selaku Kepala UPTD SDN 3 Margamulya, serta dukungan Sarkam, S.Pd, MM.Pd selaku Ketua Komite Sekolah, kegiatan seni tersebut berlangsung sebagai bagian dari pembinaan dan pengembangan potensi peserta didik di bidang seni dan budaya.
Penampilan Tari Topeng Kelana dan Tari Topeng Udeng tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi para siswa. Melalui seni tari, peserta didik diajak untuk mengenal berbagai unsur kebudayaan, mulai dari gerak, ekspresi, irama, hingga nilai-nilai yang terkandung dalam sebuah pertunjukan seni tradisional.
Salah satu penampilan yang mendapat perhatian adalah Tari Topeng Kelana, sebuah tari tradisional yang identik dengan penggunaan topeng dan karakter yang kuat. Dalam pertunjukannya, penari dituntut mampu memadukan gerakan tubuh, ekspresi, serta penghayatan terhadap karakter yang diperankan.
Sementara itu, Tari Topeng Udeng turut memperkaya rangkaian penampilan seni para siswa. Keberadaan kedua jenis tari tersebut menunjukkan bahwa lingkungan sekolah dapat menjadi salah satu ruang penting dalam memperkenalkan seni tradisional kepada generasi muda.
Dalam kegiatan tersebut, dua peserta didik UPTD SDN 3 Margamulya tampil membawakan seni tari, yakni Tia Tazkiyatul Qolbi, siswi kelas 5A, dan Raesha Putri Ramadhani, siswi kelas 5B.
Tia Tazkiyatul Qolbi merupakan putri dari pasangan Bapak Wahyu dan Ibu Maeni. Sementara Raesha Putri Ramadhani merupakan putri dari pasangan Bapak Erdiyanto dan Ibu Iis Ranenti.
Kehadiran kedua siswi tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan seni di sekolah. Dengan mengenakan busana dan perlengkapan tari, keduanya menunjukkan kemampuan dalam membawakan gerakan tari tradisional di hadapan para penonton.
Penampilan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi para siswa untuk membangun rasa percaya diri. Tampil di depan khalayak membutuhkan keberanian, konsentrasi, kedisiplinan, serta kemampuan untuk mengikuti rangkaian gerakan sesuai irama dan arahan yang telah dipelajari.
Pembelajaran seni tari di tingkat sekolah dasar memiliki nilai penting karena prosesnya tidak semata-mata mengajarkan keterampilan bergerak. Lebih dari itu, siswa dapat belajar mengenai ketekunan, kerja sama, tanggung jawab, dan penghargaan terhadap karya budaya.
Melalui kegiatan seperti ini, sekolah juga dapat membantu menumbuhkan kesadaran generasi muda bahwa seni tradisional merupakan bagian dari identitas budaya yang perlu dikenali dan dihargai.
Kepala UPTD SDN 3 Margamulya, Carlam, S.Pd.I, M.Pd, bersama jajaran sekolah terus memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki. Pendidikan di sekolah tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga diarahkan pada pembentukan karakter, pengembangan kreativitas, keterampilan, serta keberanian siswa dalam mengekspresikan kemampuan yang dimilikinya.
Menurutnya, kegiatan seni dan budaya memiliki peran penting dalam proses pendidikan karena dapat menjadi media bagi siswa untuk belajar sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri. Melalui kegiatan tersebut, siswa diberikan kesempatan untuk tampil, berkreasi, dan mengenal lebih dekat berbagai kesenian tradisional yang merupakan bagian dari kekayaan budaya daerah.
Penampilan Tari Topeng Kelana dan Tari Topeng Udeng menjadi salah satu bentuk nyata dari upaya tersebut. Para siswa tidak hanya diajak untuk menghafal gerakan tari, tetapi juga memahami makna, karakter, serta nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Proses latihan yang dilakukan secara bertahap juga mengajarkan kedisiplinan kepada peserta didik. Setiap gerakan membutuhkan ketepatan, konsentrasi, dan kesungguhan agar dapat ditampilkan secara baik dan selaras dengan iringan musik.
Bagi pihak sekolah, keberanian siswa untuk tampil di hadapan orang lain merupakan bagian dari proses pembentukan karakter. Rasa percaya diri yang tumbuh melalui kegiatan seni diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan siswa.
(Tim MSN Indramayu)



