-->



News

‎Koti MPC PP Deli Serdang Kenang Kepergian Doni Pa'cek, 500 Nasi Kotak Dibagikan di Lokasi Kejadian

Admin

 ‎

‎DELI SERDANG //MSN,

Tragedi penembakan yang merenggut nyawa Doni Pa’cek, mantan Wakil Komandan (Wadan) Koti MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Deli Serdang, masih meninggalkan kepedihan mendalam bagi keluarga besar Pemuda Pancasila.

‎Di tengah duka yang belum terobati, jajaran Komando Inti (Koti) Mahatidana MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Deli Serdang kembali mengenang almarhum melalui kegiatan doa bersama, ziarah makam, sekaligus aksi sosial dengan membagikan sekitar 500 nasi kotak kepada masyarakat Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa, Jumat (6/11/2026).

‎Namun, ada pemandangan yang menyayat hati. Ratusan nasi kotak itu dibagikan justru di lokasi yang menjadi saksi bisu tragedi berdarah, tempat Doni Pa’cek bersama rekan-rekannya mengalami penyerangan pada Minggu, 18 Oktober 2026.

‎Di tempat yang sama, nyawa melayang. Darah tertumpah. Seorang kader kehilangan masa depannya, sementara keluarga dan rekan seperjuangan harus menanggung luka kehilangan yang tidak mudah disembuhkan.

‎Dalam peristiwa tersebut, almarhum Doni Pa’cek dilaporkan mengalami luka tembak di bagian leher hingga meninggal dunia di lokasi kejadian. Sejumlah rekannya juga dilaporkan mengalami luka akibat tembakan dan senjata tajam.

‎Bagi keluarga besar Koti PP Deli Serdang, kegiatan ini bukan sekadar berbagi makanan atau seremoni mengenang almarhum. Ada pesan yang jauh lebih dalam: mereka masih mengingat, masih berduka, dan belum berhenti berharap keadilan benar-benar ditegakkan.


‎‎Di balik doa dan aksi sosial tersebut, tersimpan tuntutan serius kepada Kapolda Sumatera Utara agar memberikan perhatian khusus terhadap pengusutan kasus penyerangan yang merenggut nyawa Doni Pa’cek.

‎Aparat penegak hukum didesak tidak hanya berhenti pada pengungkapan pelaku yang berada di lapangan. Apabila terdapat dugaan keterlibatan pihak lain, termasuk pihak yang merencanakan, memerintahkan, atau menjadi aktor intelektual, semuanya harus ditelusuri hingga terang berdasarkan alat bukti yang sah.

‎Sebab, publik tentu tidak ingin muncul kesan bahwa perkara sebesar ini hanya menjadi deretan angka penanganan kasus, sementara keluarga korban masih menunggu jawaban atas kematian orang yang mereka cintai.


‎Jangan biarkan waktu mengubur perkara. Jangan biarkan proses hukum kehilangan ketajamannya. Jangan sampai keadilan hanya terdengar lantang dalam pernyataan, tetapi melemah ketika harus membongkar seluruh rangkaian peristiwa.

‎Nyawa manusia telah hilang. Keluarga korban membutuhkan kepastian hukum, bukan sekadar janji. Masyarakat membutuhkan transparansi, bukan pertanyaan yang terus menggantung.

‎Hari ini, Koti PP datang membawa doa, bukan dendam. Membagikan 500 nasi kotak, bukan melupakan tragedi. Berziarah, bukan menyerah pada keadaan.

‎Tetapi satu hal harus tetap diingat: memaafkan bukan berarti melupakan, dan berdoa bukan berarti berhenti menuntut keadilan!


‎Selamat jalan, Doni Pa’cek. Namamu akan tetap hidup dalam ingatan keluarga besar Koti MPC Pemuda Pancasila Deli Serdang.

‎Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan.

‎Keadilan harus ditegakkan. Siapa pun yang terbukti terlibat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Jangan sampai jasad telah dikuburkan, tetapi kebenaran justru ikut dikuburkan!.

(Red/Tim)

‎

Share:
Komentar

Berita Terkini