Indramayu//MSN,
UPTD SDN 2 Kertajaya, Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu, menggelar kegiatan bersih-bersih lingkungan sekolah pada Jumat, 11 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian warga sekolah terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekaligus upaya menanamkan budaya hidup bersih kepada para peserta didik sejak dini.
Kegiatan kebersihan dilaksanakan dengan melibatkan warga sekolah. Sejak pagi, suasana lingkungan UPTD SDN 2 Kertajaya tampak lebih aktif dengan berbagai kegiatan gotong royong. Area halaman sekolah, ruang-ruang sekitar sekolah, serta lingkungan yang menjadi tempat aktivitas peserta didik dibersihkan secara bersama-sama.
Kepala UPTD SDN 2 Kertajaya, Casmita, S.Pd.I, memberikan perhatian terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Menurutnya, kebersihan bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas kebersihan, melainkan merupakan tanggung jawab seluruh warga sekolah.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta didik diajak untuk membiasakan diri menjaga kebersihan lingkungan. Mereka tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya kebersihan melalui pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga menerapkannya secara langsung dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.
Kegiatan bersih-bersih dilakukan secara gotong royong. Warga sekolah bersama-sama membersihkan berbagai bagian lingkungan yang membutuhkan perhatian, termasuk mengumpulkan sampah, membersihkan halaman, merapikan lingkungan sekitar sekolah, serta memastikan area yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar tetap dalam kondisi bersih dan nyaman.
Gotong royong menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Selain menciptakan lingkungan sekolah yang lebih bersih, kegiatan bersama ini juga menjadi sarana untuk memperkuat kebersamaan dan kepedulian antarwarga sekolah.
Bagi peserta didik, kegiatan bersih-bersih memberikan pengalaman langsung bahwa menjaga kebersihan merupakan kebiasaan yang harus dilakukan secara konsisten. Kebiasaan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan kelas, merawat fasilitas sekolah, dan tidak mencoret-coret lingkungan merupakan bagian dari upaya menciptakan sekolah yang sehat dan nyaman.
Lingkungan sekolah yang bersih diharapkan dapat memberikan suasana yang lebih kondusif bagi proses pembelajaran. Kondisi lingkungan yang rapi dan nyaman juga dapat mendukung peserta didik dalam mengikuti kegiatan belajar dengan lebih baik.
Kepala sekolah Casmita, S.Pd.I, juga terus mendorong agar budaya kebersihan tidak berhenti pada kegiatan Jumat Bersih semata. Semangat menjaga kebersihan diharapkan menjadi kebiasaan yang diterapkan setiap hari oleh seluruh warga sekolah, baik dalam menjaga kebersihan ruang kelas, halaman, maupun lingkungan sekitar sekolah. Dengan demikian, kepedulian terhadap kebersihan tidak hanya dilakukan ketika ada kegiatan bersama, tetapi tumbuh menjadi kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, nyaman, dan kondusif untuk kegiatan belajar mengajar.
(Tim MSN Indramayu)



