-->
News

DANA IPO Rp429 MILIAR BUAT APA? Rencana Penggunaan Dana RANS Disorot, Termasuk Rp80 Miliar untuk Proyek "Cipungland"

Admin

 

JAKARTA //MSN,

PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (10/7/2026). Pada hari pertama perdagangan, saham perseroan melonjak hingga menyentuh Auto Reject Atas (ARA) sebesar 34,12 persen ke level Rp228 per saham.

Melalui penawaran umum perdana saham (IPO), perseroan berhasil menghimpun dana sekitar Rp429,25 miliar dari investor publik.

Namun, setelah euforia pencatatan saham, perhatian pelaku pasar beralih pada satu pertanyaan besar: ke mana dana ratusan miliar rupiah hasil IPO tersebut akan dialokasikan?.

Berdasarkan rencana penggunaan dana yang disampaikan perseroan, alokasi dana IPO meliputi:

- Rp161,5 miliar (37,61%) untuk modal kerja penyelenggaraan berbagai konser dan kegiatan hiburan.

- Rp85 miliar (19,80%) untuk mengakuisisi 51 persen saham PT Rans Kosmetika Indonesia.

- Rp80 miliar (18,64%) untuk pengembangan wahana bermain dan edukasi bertajuk "Cipungland".

- Rp37,8 miliar (8,82%) sebagai tambahan modal kerja PT Rans Nikmat Sejahtera.

- Rp35 miliar (8,15%) sebagai investasi pada perusahaan patungan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bersama PT Feedloop Global Teknologi.

- Rp29,95 miliar (6,98%) untuk pelunasan sebagian fasilitas kredit investasi perseroan.

Komposisi penggunaan dana tersebut memicu beragam respons di kalangan investor dan warganet.

Sebagian pihak menilai strategi tersebut merupakan langkah ekspansi yang wajar bagi perusahaan media dan hiburan yang ingin memperkuat ekosistem bisnisnya, mulai dari konser, teknologi, kosmetik hingga destinasi rekreasi keluarga.

Namun, sebagian lainnya mempertanyakan prioritas penggunaan dana hasil penghimpunan modal dari masyarakat. Sorotan terutama tertuju pada alokasi Rp80 miliar untuk proyek "Cipungland", serta penggunaan sebagian dana IPO untuk melunasi fasilitas kredit investasi.

Di kalangan investor, muncul pertanyaan apakah alokasi tersebut akan memberikan nilai tambah dan keuntungan jangka panjang bagi pemegang saham atau justru menambah risiko bisnis yang harus dicermati.

Menanggapi berbagai sorotan tersebut, Raffi Ahmad menegaskan bahwa keputusan perusahaan merupakan bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang.

"Hari ini kami memilih untuk tumbuh dengan standar yang lebih tinggi, lebih transparan, dan lebih bertanggung jawab," ujar Raffi Ahmad.

Pada akhirnya, keberhasilan penggunaan dana IPO akan diukur bukan dari tingginya harga saham pada hari pertama perdagangan, melainkan dari kemampuan perseroan merealisasikan rencana bisnis, meningkatkan kinerja keuangan, serta memberikan imbal hasil yang berkelanjutan kepada para investor yang telah mempercayakan dananya kepada perusahaan.

(Red/Tim)

Share:
Komentar

Berita Terkini