PANDAN //MSN,
Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) resmi menggelar kegiatan Optimalisasi Klinik UMKM Bangkit Sumatra Utara 1 di Pia Hotel Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah pada Kamis, 8 Oktober 2026. Langkah strategis ini menjadi bagian dari Program Penanganan Pascabencana lintas sektor guna mempercepat pemulihan ekonomi dan memperkuat daya saing para pelaku usaha di kawasan terdampak.
Kegiatan yang diselenggarakan secara hibrid (luring dan daring) ini menghubungkan para pemangku kepentingan pusat, daerah, serta ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah dari 11 kabupaten/kota di Provinsi Sumatra Utara.
Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan pembacaan doa oleh Yusuf Pasaribu. Sebagai simbol keharmonisan dan penghormatan adat daerah, Wakil Bupati Tapanuli Tengah Mahmud Efendi menyerahkan kain Ulos kepada Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman serta saling tukar cinderamata Plakat.
Pembukaan acara ditandai secara resmi lewat prosesi pemukulan gong oleh Deputi Bidang Usaha Menengah bersama Wakil Bupati. Usai acara di Pia Hotel Pandan, rombongan bertolak menuju pusat layanan Klinik UMKM Bangkit Sumut 1 yang berlokasi di Kantor Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Tapanuli Tengah, untuk meninjau fasilitas konsultasi, pendampingan, dan infrastruktur pendataan secara langsung.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tapanuli Tengah Mahmud Efendi menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah pusat dan daerah untuk menjaga ketahanan ekonomi masyarakat pascabencana.
"UMKM adalah pilar utama perekonomian daerah. Kehadiran Klinik UMKM Bangkit memberikan kepastian bahwa pemerintah hadir mendampingi pelaku usaha yang terdampak bencana alam. Kami berkomitmen menyediakan fasilitas pembinaan, konsultasi perizinan, hingga solusi konkret agar usaha masyarakat dapat segera pulih dan kembali produktif secara berkelanjutan," ujar Mahmud Efendi.
(Red/Tim)


