ACEH TIMUR//MSN.
Proyek revitalisasi fasilitas pendidikan di SD Negeri Julok Cut, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur, kini tengah menjadi sorotan tajam dari masyarakat dan media. Proyek yang menelan anggaran fantastis mencapai Rp895.701.108 dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 ini diduga kuat menyimpang dari spesifikasi teknis (RKS) yang telah ditentukan.
Dugaan penyelewengan mencuat setelah ditemukan penggunaan material berkualitas rendah di lokasi proyek. Alih-alih menggunakan kayu struktural berkelas kuat dan awet tinggi—seperti kayu seumantok atau meranti berkualitas yang sesuai standar nasional—pihak pelaksana diduga justru menggunakan kayu kusen kapuk (kayu kualitas rendah). Bahkan, beberapa kusen bangunan terindikasi menggunakan kembali kayu lama yang sudah dimakan rayap, lalu dilapisi cat baru untuk mengelabui pandangan publik agar terlihat segar.
Kondisi ini memicu kritik keras dari warga setempat yang menilai kualitas pengerjaan sangat tidak sebanding dengan anggaran ratusan juta rupiah yang dikucurkan pemerintah. Selain berpotensi merugikan keuangan negara, penggunaan material rapuh ini dinilai mengancam keselamatan para siswa yang nantinya beraktivitas di bawah atap bangunan tersebut.
Kejanggalan proyek ini diperkuat oleh kondisi papan informasi proyek di lapangan yang dinilai tidak transparan. Papan tersebut hanya menuliskan jenis pekerjaan berupa revitalisasi satuan pendidikan dengan waktu pelaksanaan 150 hari kalender, tanpa mencantumkan tanggal dan bulan dimulainya proyek secara jelas. Informasi detail mengenai rincian item pekerjaan dengan pagu Rp895.701.108 tersebut juga tidak dipaparkan secara rinci ke publik.
"Kami berbicara tentang uang negara—uang rakyat. Setiap rupiahnya harus dapat dipertanggungjawabkan secara terang benderang. Transparansi itu bukan sekadar permintaan, melainkan hak publik," ujar salah seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Masyarakat kini mempertanyakan fungsi pengawasan dari dinas terkait serta menuntut transparansi mengenai siapa pihak yang bertanggung jawab dalam memverifikasi kualitas pekerjaan tersebut sebelum proses pembayaran termin dilakukan.
Kepala Sekolah Bungkam saat Dikonfirmasi"Upaya pencarian fakta dan keberimbangan informasi telah dilakukan oleh awak media. Namun sayang, pihak sekolah terkesan menutup diri terkait persoalan ini. Saat Kepala Sekolah SDN Julok Cut dihubungi dan dikonfirmasi guna meminta klarifikasi mengenai dugaan penggunaan material tidak standar di sekolah yang dipimpinnya, yang bersangkutan memilih bungkam dan tidak memberikan jawaban sama sekali hingga berita ini ditayangkan.
(Tim Media Online)

