-->

News

Bukan Sekadar Seragam Polri, AKP Fadlun Al Fitri Pilih Mengabdi Lewat Kacamata Gratis untuk 100 Pengemudi Gojek Medan

Admin


MEDAN //MSN,

Pengabdian kepada masyarakat tak selalu harus dilakukan dari balik meja atau melalui seragam kedinasan. Bagi AKP Fadlun Al Fitri, kepedulian justru diwujudkan dengan hadir langsung di tengah masyarakat.

Bersama sang istri, Yunita Sari, Fadlun membagikan sekitar 100 kacamata resep secara gratis kepada para mitra pengemudi Gojek Kota Medan. Kegiatan sosial tersebut berlangsung di Kantor Gojek, Kompleks CBD Polonia Blok BB, Kecamatan Medan Polonia, Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Kegiatan ini menjadi perhatian tersendiri karena para penerima manfaat merupakan pengemudi yang setiap hari menggantungkan penghasilan di jalan raya. Bagi mereka, kemampuan melihat dengan jelas bukan sekadar kebutuhan pribadi, tetapi juga berkaitan langsung dengan keselamatan saat bekerja.

Sebagian penerima diketahui telah berusia di atas 40 tahun dan mulai mengalami penurunan ketajaman penglihatan. Namun, keterbatasan ekonomi membuat sebagian di antaranya harus menunda membeli kacamata meski kebutuhan tersebut sudah mendesak.

Di tengah kondisi tersebut, bantuan kacamata resep gratis menjadi sesuatu yang sederhana, tetapi memiliki arti besar.

Antusiasme tampak dari para mitra Gojek yang mengikuti pemeriksaan mata hingga menerima kacamata sesuai resep masing-masing.

“Semoga Bisa Melihat Lebih Terang”

AKP Fadlun Al Fitri mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial yang secara rutin dilakukannya bersama keluarga.

«“Tujuan kami hadir di sini sederhana saja. Dengan kacamata resep yang kami bagikan ini, semoga mata Kakak dan Abang yang kini mulai mengalami penurunan ketajaman penglihatan bisa terbantu dan dapat melihat lebih terang kembali. Semoga pekerjaan sehari-hari pun menjadi lebih lancar dan penuh semangat.”»

Menurut Fadlun, kepedulian tersebut tidak hanya ditujukan kepada masyarakat di Kota Medan. Program serupa juga menyasar sejumlah daerah lainnya, termasuk Kabupaten Batubara.

Ia mengaku ingin menjadikan kegiatan sosial tersebut sebagai bagian dari pengabdian yang terus dilakukan secara berkelanjutan.

Dari Pengabdian Kedinasan ke Pengabdian Langsung di Tengah Masyarakat

Fadlun yang saat ini bertugas sebagai anggota Polri di Polda Sumatera Utara mengungkapkan alasan personal yang membuat dirinya semakin terdorong untuk berbuat sesuatu bagi masyarakat.

Di hadapan para pengemudi Gojek, ia berbicara mengenai usia dan perjalanan hidupnya.

«“Umur saya sekarang 46 tahun. Kalau melihat usia ayah saya saat beliau berpulang, berarti sisa waktu saya di dunia ini kira-kira 21 tahun lagi.”»

Pernyataan tersebut kemudian menjadi refleksi sekaligus tekad baginya untuk menggunakan sisa hidup dengan memberikan manfaat.

«“Oleh karena itu, saya ingin mengabdikan sisa hidup saya kepada masyarakat, khususnya di bidang kesehatan mata, bukan lagi sekadar dalam tugas kedinasan Polri, melainkan langsung di tengah-tengah masyarakat.”»

Fadlun menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar acara seremonial. Ia berkomitmen untuk terus menjalankannya secara rutin.

«“Saya sedang mengalihkan fokus pengabdian saya dari lingkungan kedinasan ke masyarakat luas, karena program seperti ini akan saya jalankan secara rutin.”»

Bahkan, ia membuka peluang untuk kembali menyambangi para pengemudi Gojek karena masih banyak mitra yang membutuhkan bantuan serupa.

Dari Family Gathering hingga Kacamata Gratis

Hubungan Fadlun dengan komunitas pengemudi Gojek ternyata bukan baru terjalin kali ini.

Ia mengenang kegiatan sosial bersama para mitra Gojek sekitar empat tahun lalu, tepat ketika pemerintah menerapkan PPKM.

Saat itu, para pengemudi Gojek pernah diajak mengikuti kegiatan Family Gathering hingga ke Pulau Samosir.

Namun kali ini, bentuk kepeduliannya berbeda.

Bukan perjalanan wisata, melainkan membantu kebutuhan yang bersentuhan langsung dengan aktivitas mereka sehari-hari: kesehatan mata.

Dilakukan Bersama Istri Melalui Optik UD Jaya

Fadlun menegaskan kegiatan tersebut merupakan kegiatan sosial yang dilaksanakan bersama istrinya melalui Optik UD Jaya.

«“Kegiatan ini sepenuhnya adalah usaha pribadi saya bersama istri, atas nama Optik UD Jaya. Program ini akan saya laksanakan terus sampai akhir hayat saya.”»

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat sekaligus menjadi amal yang membawa keberkahan.

Yunita: Awalnya Hanya untuk Perempuan

Sementara itu, Yunita Sari mengungkapkan bahwa kegiatan pembagian kacamata gratis tersebut awalnya dirancang khusus bagi perempuan.

Namun, permintaan dari pihak panitia akhirnya membuat program diperluas sehingga para pengemudi pria turut mendapatkan manfaat.

«“Awalnya saya ingin kegiatan ini khusus untuk perempuan saja. Tapi terima kasih banyak kepada Kak Vera, beliau merayu saya sampai tiga kali, makanya abang-abang juga kami sertakan.”»

Yunita juga memastikan masyarakat yang belum memperoleh bantuan tidak perlu berkecil hati.

«“Insya Allah, ke depannya kalau ada yang belum dapat, kami akan buat lagi kegiatan serupa.”»

Menurutnya, kegiatan tersebut juga merupakan bentuk keberlanjutan dari kepedulian sosial yang pernah dilakukan almarhum mertuanya.

«“Makanya kami ingin ini terus berlanjut, insya Allah menjadi amal jariyah almarhum yang tidak terputus.”»

Ditutup Bakso, Tapi Pesannya Serius

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban.

Setelah menjalani pemeriksaan mata dan menerima kacamata, para peserta bahkan dibuat tersenyum ketika Yunita menutup sambutannya dengan candaan.

«“Saya lihat muka Kakak-kakak dan Abang-abang ini sudah terlihat lapar. Tenang saja, nanti ada bakso untuk semua.”»

Candaan tersebut mencairkan suasana sekaligus memperlihatkan sisi humanis kegiatan yang berlangsung di tengah para pengemudi.

Namun di balik suasana santai tersebut, ada pesan yang jauh lebih serius: kesehatan mata bagi pekerja jalanan bukan perkara sepele.

Bagi pengemudi yang menghabiskan sebagian besar waktunya di jalan, kemampuan melihat dengan baik merupakan bagian penting dari keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Program pembagian kacamata gratis yang dilakukan AKP Fadlun Al Fitri dan Yunita Sari pun diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sosial sesaat.

Lebih dari sekadar sepasang kacamata, bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian nyata kepada mereka yang setiap hari bekerja di jalan demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Sebab, pengabdian kepada masyarakat tidak selalu diukur dari seberapa besar yang diberikan, tetapi dari seberapa nyata manfaat yang dirasakan.(Red/Tim)

Share:
Komentar

Berita Terkini