Ambon-Maluku//MSN
Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku memperkuat sinergi dengan Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI) untuk mencegah dan memberantas penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika (P4GN) hingga ke tingkat desa.
Penguatan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kepala BNN Provinsi Maluku Brigjen Pol. Prasetyo Rachmat Purboyo dan Ketua PABPDSI Provinsi Maluku Bakri Ely di Kantor BNN Provinsi Maluku, Rabu (2/9/2026).
Prasetyo mengatakan, desa memiliki posisi strategis dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkoba. Sebab, desa merupakan elemen pemerintahan yang paling dekat dan bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Menurut dia, pencegahan narkoba tidak dapat hanya mengandalkan satu institusi. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa, termasuk perangkat dan masyarakat desa, untuk melindungi generasi muda.
“Penting pula keterlibatan seluruh elemen bangsa dalam menjaga generasi muda dari ancaman narkoba guna mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045,” ujar Prasetyo.
Ia mengingatkan agar cita-cita Indonesia Emas 2045 tidak justru berubah menjadi ancaman bagi masa depan generasi muda akibat penyalahgunaan narkotika.
“Jangan sampai Generasi Emas 2045 justru berubah menjadi Generasi Cemas,” tegasnya.
Prasetyo juga mengapresiasi Ketua PABPDSI Provinsi Maluku Bakri Ely atas kesediaannya membangun kolaborasi bersama BNN dalam mewujudkan Indonesia Bersih Narkoba (Bersinar).
Sementara itu, Bakri Ely menegaskan kesiapan PABPDSI untuk mendukung program-program BNN hingga ke pelosok desa.
Dengan sekitar 570 ribu anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang tersebar di seluruh Indonesia, PABPDSI dinilai memiliki jaringan strategis untuk mengoptimalkan gerakan pencegahan narkoba berbasis desa.
Bakri mengatakan, nota kesepahaman tersebut menjadi mandat bagi seluruh jajaran PABPDSI untuk berperan aktif mendukung program P4GN, khususnya dalam memperkuat upaya pencegahan di tingkat desa.
Melalui kolaborasi tersebut, BNN Maluku berharap edukasi dan pencegahan penyalahgunaan narkoba dapat menjangkau masyarakat lebih luas. Sinergi juga diharapkan mampu memperkuat akses terhadap rehabilitasi serta mendukung pemberantasan peredaran gelap narkotika.
Kerja sama BNN dan PABPDSI ini diharapkan menjadi langkah konkret menjadikan desa sebagai salah satu benteng terdepan dalam membangun masyarakat yang tangguh terhadap ancaman narkoba.
(S. Adam)
.jpg)
.jpg)
.jpg)