LEBAK //MSN,
Suasana panas menyelimuti internal Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lebak akhir-akhir ini. Polemik mengenai pembagian dan pengelolaan insentif pegawai di lembaga pemungut pajak daerah tersebut mendadak mencuat ke permukaan dan menjadi konsumsi publik. Isu ini pun langsung memantik respons keras dari aktivis kawakan, King Naga Ketua LSM GMBI Distrik Lebak yang dikenal vokal dalam menyuarakan transparansi anggaran di Kabupaten Lebak, hari Senin,(3/8/2026)
Menurut informasi yang dihimpun, gejolak ini bermula dari adanya ketidakpuasan di lingkaran internal pegawai mengenai mekanisme distribusi insentif pemungutan pajak daerah. Salahsatu pegawai an Triana dan beberapa pihak menilai sistem yang diterapkan saat ini kurang transparan dan tidak mencerminkan asas keadilan kerja, mengingat beban target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Lebak yang semakin berat.
Kondisi ini memancing perhatian serius dari King Naga. Pemimpin lembaga swadaya masyarakat yang dikenal tanpa kompromi ini menyoroti tajam tata kelola regulasi internal di Bapenda Lebak. Ia menilai, jika polemik ini dibiarkan berlarut-larut, kinerja aparatur dalam mengejar target pajak daerah dipastikan akan merosot tajam.
"Insentif itu hak pegawai yang sudah diatur oleh undang-undang sebagai stimulus atas capaian target PAD. Jika di dalamnya terjadi polemik atau ketidakadilan pembagian, maka diduga ada yang salah dengan fungsi manajemen dan transparansi Plt Kepala Bapenda-nya. Publik berhak tahu ke mana dan bagaimana anggaran itu didistribusikan," ujar King Naga dengan nada tegas saat ditemui awak media, pada
Lebih lanjut, King Naga mendesak Inspektorat Kabupaten Lebak serta Bupati Lebak untuk segera turun tangan melakukan audit investigatif terhadap pos anggaran insentif di Bapenda. Ia menegaskan, jangan sampai ada pemotongan sepihak atau penyerapan anggaran yang menguntungkan kelompok tertentu dengan mengorbankan hak-hak pegawai di lapangan.
"Kami tidak akan tinggal diam. Jika dalam waktu dekat tidak ada klarifikasi resmi yang transparan dan penyelesaian konkret secara internal, kami akan membawa persoalan ini ke ranah hukum dan menggelar aksi moral. Bapenda adalah jantung pendapatan daerah, jangan dikotori oleh praktik-praktik yang tidak sehat," tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Bapenda Kabupaten Lebak belum memberikan pernyataan resmi terkait polemik internal maupun sorotan tajam yang dilayangkan oleh King Naga. Sementara itu, gelombang desakan dari masyarakat sipil agar pembenahan birokrasi di tubuh Bapenda Lebak segera dilakukan terus mengalir deras.
Sumber: Ketua LSM GMBI Distrik Lebak (King Naga)
(Robby dan HKz)
.jpg)