-->



News

Perwakilan Negara ASEAN Siap Hadiri Promosi Budaya dan Pariwisata Sultra "Mangkasara' Molulo 2026" di Pantai Losari

Admin

 

Makassar//MSN,

Perwakilan negara-negara anggota ASEAN dipastikan siap menghadiri ajang Promosi Budaya dan Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra) yang bertajuk "Mangkasara' Molulo 2026". Kegiatan kolaborasi budaya berskala internasional ini dijadwalkan berlangsung di ikon pariwisata Kota Makassar, yakni Anjungan Pantai Losari.

Sejumlah delegasi asing yang terkonfirmasi hadir merupakan lembaga-lembaga kebudayaan dari negara tetangga seperti Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura yang tergabung dalam International Nusantara Cultural Forum (INCaF). Selain perwakilan dari kawasan ASEAN, Duta Besar dari Bangladesh juga telah mengonfirmasi kehadirannya untuk menyaksikan pagelaran seni dan ragam potensi pariwisata Sultra tersebut.

Event Mangkasara' Molulo 2026 ini merupakan hasil inisiasi serta kerja sama antara Angkatan Muda Bumi Anoa Sulawesi Tenggara (AMBA SULTRA INDONESIA) dengan Lembaga Adat Kerajaan Gowa. Penyelenggaraannya turut melibatkan berbagai organisasi kemasyarakatan lokal di Kota Makassar dan wilayah sekitarnya.

Dalam ajang ini, panitia akan mengusung dan menampilkan keberagaman seni tradisi melalui 8 pilar kebudayaan Sulawesi Selatan dan Tenggara, yakni kebudayaan Buton, Muna, Tolaki, Moronene, Makassar, Mandar, Toraja, dan Bugis. Di samping pertunjukan seni, potensi destinasi pariwisata unggulan Sulawesi Tenggara juga dipromosikan secara luas kepada para tamu undangan dan pengunjung.

Ketua Umum AMBA SULTRA, Stenly Diover, yang juga penggagas nama "Mangkasara' Molulo", menjelaskan alasan utama di balik pemilihan Kota Makassar sebagai lokasi ajang tersebut. Menurutnya, Makassar berstatus sebagai kota metropolitan terbesar di Indonesia Timur serta memiliki letak geografis yang sangat strategis untuk menggemakan promosi budaya dan pariwisata ke tingkat regional maupun internasional.

Sementara itu, keberadaan INCaF dalam acara ini difungsikan sebagai wadah silaturahmi antabangsa sekaligus ruang berbagi informasi pariwisata regional ASEAN, khususnya di kawasan Nusantara yang memiliki keterikatan sejarah dan warisan budaya secara turun-temurun. Kegiatan ini diharapkan mampu mempererat hubungan diplomasi kebudayaan serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata antarwilayah.

Penulis:Robby.RCAZ(((081234444427)

Share:
Komentar

Berita Terkini