TAPANULI TENGAH//MSN,
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah (Tapteng) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi daerah dan sektor pangan.
Pemkab Tapanuli Tengah pada hari Kamis (20/08/2026), menyatakan sangat mendukung penuh pengembangan garam rakyat guna memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi kerakyatan di wilayah pesisir barat Sumatera Utara.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti hasil kajian yang diinisiasi oleh Batalyon Infanteri (Yonif) TP 905/Tuan Syah bersama Pusat Studi Kebijakan Publik dan Politik (PUSTAKA) Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar. Diharapkan hasil kajian ini nantinya layak untuk dikembangkan menjadi lumbung garam di wilayah Pantai Barat Sumatera dan terkhusus di Pulau Sumatera.
Sinergi antara unsur pemerintah daerah, TNI AD, dan akademisi ini diharapkan mampu melahirkan program pemberdayaan yang berkelanjutan, mendongkrak kesejahteraan masyarakat pesisir, serta menjadikan Tapanuli Tengah sebagai salah satu pusat kemandirian komoditas garam strategis di tingkat regional maupun nasional.
Danyonif TP 905/Tuan Syah, Letnan Kolonel Inf Sabar Marihot Simanjuntak, S.Hub.Int., M.Tr.Mil., menjelaskan, upaya memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan potensi sumber daya lokal terus didorong melalui kolaborasi antara Yonif TP 905/Tuan Syah dan Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar melalui Pusat Studi Kebijakan Publik dan Politik (PUSTAKA NOMMENSEN).
Salah satu potensi sumber daya lokal yang kini mulai dikaji adalah potensi pengembangan garam rakyat di wilayah pesisir Manduamas, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Kajian ini diarahkan untuk mengetahui sejauh mana air laut di wilayah tersebut dapat menjadi bahan baku pengembangan garam rakyat. Untuk itu, pengkajian tidak hanya dilakukan berdasarkan pengamatan lapangan, tetapi dilanjutkan dengan pengambilan sampel dan analisis ilmiah di laboratorium.
(Red/Tim)
Sumber : Diskominfo Pemkab Tapteng.
