Lokasi penemuan jenazah SS di bawah Jembatan Kuta Tengah, Jalan penghubung Pancur Batu–Delitua, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (29/5/2026) dini hari. Jenazah ditemukan setelah jajaran Polres Karo berhasil mengungkap kasus dugaan pembunuhan dan mengamankan dua terduga pelaku.
KARO //MSN,
Kepolisian Resor Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang petani asal Kecamatan Tigabinanga yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh pihak keluarga. Dalam pengungkapan tersebut, dua terduga pelaku berhasil diamankan, sementara jenazah korban ditemukan di bawah jembatan kawasan Kuta Tengah, Jalan penghubung Pancur Batu - Delitua, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang.
Kapolres Karo AKBP Pebriandi Haloho, S.H., S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil kerja cepat dan koordinasi intensif antara Satreskrim Polres Karo bersama Polsek Tigabinanga.
Kasus bermula ketika keluarga korban bernama SS (59), warga Kecamatan Tigabinanga, tidak lagi dapat menghubungi korban selama beberapa hari terakhir. Menindaklanjuti laporan tersebut, pada Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 21.00 WIB, pihak keluarga bersama perangkat desa dan personel Polsek Tigabinanga melakukan pembukaan paksa rumah korban di Desa Kuala, Kecamatan Tigabinanga. Namun korban tidak ditemukan berada di kediamannya.
Polisi kemudian melakukan penyelidikan intensif hingga akhirnya pada Kamis (28/5/2026) sekitar pukul 17.00 WIB, personel Polsek Tigabinanga yang dipimpin langsung Kapolsek Tigabinanga AKP Codet Tarigan, S.H., berhasil mengamankan seorang pria berinisial A.K. (25), warga Kecamatan Juhar, yang diduga memiliki keterkaitan dengan hilangnya korban.
"Dari hasil pemeriksaan awal, tersangka mengakui bahwa korban telah meninggal dunia dan menerangkan bahwa perbuatan tersebut dilakukan bersama seorang rekannya yang berada di Kota Medan. Informasi itu langsung kami tindak lanjuti dengan melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya sekaligus pencarian jenazah korban," ujar Kapolres, Jumat (29/5) pagi di Mapolres.
Usai memperoleh keterangan tersebut, Kapolsek Tigabinanga berkoordinasi dengan Kasat Reskrim Polres Karo AKP Eriks R. Nainggolan, S.T., untuk melakukan pengembangan kasus. Tim gabungan kemudian bergerak menuju Kota Medan guna memburu pelaku kedua.
Sekitar pukul 23.30 WIB, petugas berhasil mengamankan seorang pria berinisial R. (20) di kawasan depan Kebun Binatang Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan. Saat diamankan, tersangka diketahui sedang mengendarai mobil pikap Mitsubishi Colt T120SS warna putih yang diduga digunakan dalam tindak pidana tersebut.
Berdasarkan hasil interogasi terhadap kedua terduga pelaku, petugas akhirnya memperoleh informasi terkait lokasi pembuangan jenazah korban. Tim gabungan kemudian bergerak menuju bawah jembatan di Jalan Pancur Batu–Delitua.
Pada Jumat (29/5/2026) sekitar pukul 00.10 WIB, jenazah korban berhasil ditemukan dalam kondisi dibungkus menggunakan karung plastik. Selanjutnya, Unit Identifikasi Satreskrim Polres Karo melakukan proses identifikasi sebelum jenazah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan guna kepentingan autopsi.
Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit mobil pikap Mitsubishi Colt T120SS warna putih BK 8155 XS, satu keping pelat nomor kendaraan, STNK atas nama korban, satu baju lengan panjang warna hitam, satu tas cokelat milik korban, satu unit telepon seluler merek Oppo warna merah, serta satu karung plastik yang diduga digunakan untuk membungkus jenazah korban.
Kapolres Karo AKBP Pebriandi Haloho menegaskan bahwa pihaknya masih terus mendalami kasus tersebut, termasuk mengungkap motif utama di balik dugaan pembunuhan itu.
"Kedua tersangka telah diamankan dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif di Polres Karo. Untuk motif masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut. Kami berkomitmen mengusut tuntas perkara ini secara profesional dan transparan," tegas Kapolres.
Saat ini kedua tersangka berikut seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres Karo untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Penyidik juga terus melengkapi alat bukti guna mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.
(Red/Tim)

