-->


News

BURON KELAS KAKAP TUMBANG! Pengendali Uang Haram Fredy Pratama Diciduk di Malaysia, Bareskrim Kian Dekat Bongkar Kerajaan Narkoba

Admin



JAKARTA //MSN,

Pelarian panjang salah satu orang kepercayaan gembong narkoba internasional Fredy Pratama akhirnya berakhir. Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil menangkap Frans Antony, sosok yang disebut sebagai pengendali utama aliran dana hasil bisnis narkotika jaringan Fredy Pratama.

Frans Antony diamankan di Malaysia pada Kamis (18/6) dan langsung dideportasi ke Indonesia untuk menjalani proses hukum di Bareskrim Polri. Informasi penangkapan tersebut dibenarkan Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Eko Hadi Santoso.

Penangkapan ini menjadi pukulan telak bagi jaringan Fredy Pratama yang selama bertahun-tahun dikenal memiliki sistem pencucian uang yang rapi, terstruktur, dan sulit disentuh aparat.

Orang Kepercayaan Sejak 2009

Berdasarkan hasil penyelidikan, Frans Antony bukan sekadar kaki tangan biasa. Ia merupakan bagian dari lingkaran inti Fredy Pratama sejak tahun 2009 dan diduga berperan sebagai pengelola serta pengendali perputaran uang hasil bisnis narkoba lintas negara.

Selama lebih dari satu dekade, Frans diduga menjadi figur sentral yang mengatur penyimpanan, pemindahan, hingga pencucian uang hasil perdagangan narkotika dalam jumlah fantastis.

Modus Pencucian Uang yang Terorganisir

Dalam menjalankan aksinya, Frans Antony diduga melibatkan adik kandungnya, Steven Antony, yang sebelumnya telah menjalani proses persidangan.

Modus operasinya terbilang canggih dan terstruktur, antara lain:

Menerima setoran uang tunai dalam jumlah besar hingga ratusan ribu Dolar Singapura dari kurir jaringan narkoba di berbagai lokasi, termasuk hotel-hotel di Surabaya dan Singapura.

Menyimpan uang hasil transaksi dalam bentuk valuta asing di brankas pribadi yang berada di kawasan elit CBD Serpong, Tangerang Selatan.

Menggunakan sejumlah rekening bank atas nama pihak lain untuk menyamarkan asal-usul dana.

Memanfaatkan jasa money changer sebagai sarana pencucian uang agar dana hasil kejahatan tampak legal dan sulit dilacak.

Pola tersebut diduga menjadi salah satu tulang punggung finansial jaringan Fredy Pratama yang selama ini mampu menggerakkan bisnis narkotika lintas negara bernilai miliaran rupiah.

Kunci Membongkar Jaringan Lebih Besar

Penangkapan Frans Antony dinilai sangat strategis karena posisinya sebagai pengelola keuangan utama jaringan. 

Dari tangan Frans, penyidik berpotensi memperoleh informasi penting mengenai aliran dana, aset tersembunyi, rekening penampung, hingga pihak-pihak yang selama ini membantu menyamarkan hasil kejahatan.

Publik kini menanti langkah lanjutan Bareskrim Polri untuk tidak hanya menangkap pelaku, tetapi juga menyita dan merampas seluruh aset yang diduga berasal dari tindak pidana narkotika.

Jika aliran uang berhasil diputus dan aset-aset jaringan berhasil dirampas negara, maka pukulan terhadap kerajaan narkoba Fredy Pratama akan jauh lebih mematikan dibanding sekadar penangkapan kurir atau kaki tangan di lapangan.

Penangkapan Frans Antony membuka babak baru dalam perburuan jaringan Fredy Pratama. Pertanyaan besarnya kini, apakah pengungkapan ini akan menjadi pintu masuk menuju runtuhnya seluruh imperium narkoba yang selama bertahun-tahun beroperasi di balik bayang-bayang dan lintas batas negara? Publik menunggu jawabannya.

(Red/Tim)

Share:
Komentar

Berita Terkini