JAKARTA //MSN,
Nama Sihar P.H. Sitorus kini menjadi simbol kemarahan publik. Dugaan skandal penggunaan NIK ganda untuk penguasaan lahan rakyat di Deli Serdang bukan lagi sekadar isu hukum—ini telah berubah menjadi ledakan krisis kepercayaan terhadap wakil rakyat, Selasa.(5/5/26)
Gelombang hujatan tak terbendung. Dari media sosial hingga mimbar aksi, suara rakyat menggema: “Ini pengkhianatan terang-terangan terhadap wong cilik!”.
AMARAH RAKYAT MELEDAK: DARI MAY DAY KE GERAKAN NASIONAL, Momentum May Day 2026 berubah menjadi panggung perlawanan. Massa buruh dan aktivis sipil menjadikan nama Sihar sebagai target utama kritik.
Orasi-orasi tajam mengguncang jalanan ibu kota: “NIK ganda itu bukan salah administrasi. Itu modus! Itu kejahatan!, Itu cara licik merampas hak rakyat kecil!.
Narasi yang terbentuk kian brutal: Sihar bukan sekadar tersandung kasus—ia dilabeli sebagai simbol penyalahgunaan kekuasaan.
SKEMA CEPAT, BAU BUSUK KEKUASAAN
Sorotan publik mengarah pada penerbitan SHM No. 477 di Desa Sei Semayang yang hanya butuh waktu 10 hari. Kecepatan tak wajar ini memicu kecurigaan luas: Ada apa di balik layar?, Siapa yang bermain?.
Kasus ini dipandang sebagai potret telanjang praktik Manipulasi administrasi negara
Dugaan mafia tanah berjejaring, Penyalahgunaan pengaruh politik
Rakyat melihat ini sebagai kisah klasik: “Yang kuat menggilas, yang lemah ditindas".
PRABOWO & MEGAWATI DITANTANG BUKTIKAN UCAPAN
Publik kini menekan dua tokoh kunci: Prabowo Subianto — ditagih janji kerasnya untuk “memotong kepala mafia tanah”, dan Megawati Soekarnoputri — diuji komitmennya soal pemecatan kader yang menyimpang
Rakyat tidak lagi ingin retorika.
Yang dituntut rakyat tindakan nyata, cepat, dan tanpa kompromi.
DESAKAN KERAS: PROSES HUKUM & PECAT!
Gelombang tekanan mengarah ke dua institusi:
Mabes Polri → proses pidana dugaan NIK ganda
MKD DPR RI → sidang etik tanpa tebang pilih
Seruan publik tegas:
“Tidak ada tempat bagi pengkhianat rakyat di DPR!”
PERINGATAN PALING SERIUS UNTUK PDIP
Nama PDI Perjuangan ikut terseret dalam pusaran krisis ini.
Jika tidak ada langkah tegas:
Kepercayaan publik terancam runtuh
Basis akar rumput bisa berbalik arah
Citra partai sebagai pembela wong cilik dipertanyakan
Pesan rakyat jelas dan tanpa basa-basi:
“Kalau partai tidak memecat, rakyat yang akan memecat kepercayaan mereka.”
KESIMPULAN: INI UJIAN BESAR KEADILAN
Kasus ini bukan sekadar soal satu nama.
Ini adalah ujian:
Apakah hukum masih berpihak pada rakyat?, Apakah kekuasaan masih bisa dikontrol?,
Atau justru menjadi alat penindasan baru?.
Sihar Sitorus kini di persimpangan: mundur, dipecat, atau menghadapi gelombang kemarahan rakyat yang kian membesar.
(Red/Tim)

