Kerinci //MSN,
Di tengah gempuran produk plastik massal dan tren gaya hidup modern, suara
gesekan bilah bambu yang diserut halus masih bergema nyaring di sudut-sudut
Kabupaten Kerinci. Jari-jemari para pengrajin, yang sebagian besar adalah anggota
Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XXV Kodim 0417/Kerinci, bergerak
lincah menganyam helai demi helai bambu menjadi karya seni yang bernilai tinggi.
Semangat ini bukan sekadar menjaga tradisi, melainkan sebuah pernyataan
eksistensi bahwa kearifan lokal mampu bersaing di panggung nasional melalui ajang
PERSIT BISA (Budaya, Inovasi, Seni, dan Akselerasi) Vol II.
Bagi para pengrajin di Kerinci, bambu bukan sekadar tanaman yang tumbuh
subur di lereng Gunung Kerinci, melainkan nafas kreativitas yang menyatukan masa
lalu dengan masa kini. Tantangan modernisasi tidak lantas memadamkan api
semangat mereka. Justru, hal ini memicu inovasi. Produk yang dihasilkan tak lagi
terbatas pada bakul nas. atau tampah tradisional,
Keikutsertaan dalam PERSIT BISA Vol II menjadi momentum krusial.
Antusiasme para pengrajin terpancar dari detail setiap anyaman yang semakin rapi
dan desain yang terus berkembang. Mereka membuktikan bahwa "kuno" tidak
berarti "ketinggalan zaman". Dengan sentuhan kreativitas, bambu yang sederhana
berubah menjadi produk premium yang memiliki daya pikat visual sekaligus ketahanan yang luar biasa
Acara PERSIT BISA Vol II bukan sekadar ajang pameran, melainkan mesin
penggerak ekonomi kerakyatan.l
Keikutsertaan UMKM Anyaman Bambu Kerinci di
tingkat nasional menjadi bukti nyata bahwa potensi usaha mikro ini sangat
menjanjikan. Dengan dukungan organisasi Persit, para anggota diberdayakan untuk
menjadi wirausahawan mandiri yang mampu membantu ekonomi keluarga sekaligus
membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Sektor anyaman bambu memiliki
mata rantai ekonomi yang kuat, mulai dari petani bambu, pengolah bahan mentah,
hingga pengrajin akhir. Ketika produk ini menembus pasar nasional, dampak positifnya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat di Kerinci. Ini adalah bentuk
Nyata dari ekonomi berbasis komunitas yang pada sumber daya alam setempat .
Kehadiran karya anyamanbambu kerinci di kancah nasional menegaskan satu hal, kualitas setiap produk yang di pamerkan telah melalui proses kurasi yang kelat , menjamin bahwa detailnya memenuhi setandar pasar yang lebih luas .
Keativas anggota Persit dalan memadukan motif tradisional dengan fungsi .
Modem menciptakan keunikan yang tidak dimiliki oleh produk pebrikan data saing , ini lahir dari kecintaan terhadap budaya meskipun berambisi menembus pasar global ,pengrajin tetap tangguh mempertahankan kearifan lokal motif motif kelas , kerinci yang syarat makan tetap disematkan ,memberikan jiwa pada setiap anyaman hal inilah yang membuat produk mereka memiliki nilai jual lebih Dimata.
Kolektor dan pencinta produk artisan melalui ajang Persit bisa voli ll jejak kretipitas dari sekepal tanah surga ini semakin nyata ini adalah bukti bahwa dengan semangat kelobirasi dan inovasi, produk lokal dari daerah terpencil sekalipun dapat terbang tinggi , membawa nama baik daerah kedaulatan ekonomi bangsa .
( Rama)

