Bandung //MSN,
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai menolak dan melarang wacana tembak di tempat pelaku begal seperti yang disampaikan Polisi.
Menurut dia, tindakan represif ini bertentangan dengan prinsip HAM, pada Sabtu 30 Mei 2026.
"Saya tidak membolehkan orang ditembak tanpa melalui prosedur dan proses hukum yang jelas. Tidak boleh begal ditembak langsung di tempat. Kata-kata tembak langsung di tempat bertentangan secara prinsip dengan hak asasi manusia," kata Pigai ditemui di Bandung, Jawa Barat.
Menjawab larangan itu, Polda Metro Jaya punya alasan kuat tetap kekeuh akan menembak di tempat pelaku begal.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin menegaskan, petugas dalam Tim Pemburu Begal hanya melepaskan tembakan pada pelaku kejahatan yang mengancam keselamatan orang banyak.
"Dikarenakan para tersangka menggunakan senjata api maupun senjata tajam. Pertimbangan keselamatan masyarakat yang lebih banyak dan petugas kami itu adalah lebih utama yang kami lakukan," kata Iman dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya bersama awak media yang bertugas.
(Red/Tim)
