Kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum di Kabupaten Langkat kian tergerus. Di tengah maraknya peredaran narkotika yang semakin terbuka dan meluas, masyarakat mulai mempertanyakan: apakah aparat benar-benar tidak mampu, atau justru tidak serius menyentuh aktor utamanya?.
Sorotan keras kini tertuju pada sosok berinisial “KITAP”, yang oleh warga disebut-sebut sebagai figur kunci di balik jaringan peredaran narkoba di wilayah Batang Serangan dan sekitarnya. Nama ini bukan lagi bisik-bisik, melainkan sudah menjadi pembicaraan terbuka di tengah masyarakat.
Ironisnya, meski disebut telah lama beroperasi dan mengendalikan jaringan yang luas, hingga saat ini belum terlihat langkah penindakan besar yang menyentuh level pengendali.
“Kalau masyarakat saja tahu, masa aparat tidak tahu? Ini yang jadi pertanyaan besar kami,” ujar seorang warga dengan nada penuh kecurigaan.
Jaringan yang diduga dikendalikan kelompok berinisial “KG” disebut bergerak secara rapi dan terstruktur, menjangkau Batang Serangan, Padang Tualang, Sawit Seberang, hingga Stabat. Bahkan, ekspansinya dikabarkan merambah Secanggang, Wampu, dan Besitang.
Dengan cakupan seluas itu, publik menilai mustahil aktivitas ini berjalan tanpa terdeteksi. Kondisi ini memicu spekulasi liar di tengah masyarakat—mulai dari dugaan pembiaran, lemahnya penindakan, hingga pertanyaan sensitif: apakah ada pihak yang “bermain aman” di balik semua ini?
Sementara itu, penindakan yang terlihat selama ini dinilai hanya menyasar lapisan bawah—pengguna dan kurir kecil—yang justru tidak menyentuh akar persoalan.
“Jangan jadikan penangkapan kecil sebagai tameng. Yang besar masih bebas, ini fakta di lapangan,” tegas warga lainnya.
Situasi ini menempatkan Kabupaten Langkat dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Narkoba tidak lagi bergerak diam-diam, tetapi seolah telah menjadi bagian dari aktivitas yang sulit dibendung. Dampaknya nyata: generasi muda terancam, kriminalitas meningkat, dan rasa aman masyarakat perlahan terkikis.
Desakan publik kini tidak lagi sekadar meminta, tetapi menuntut. Satresnarkoba Polres Langkat didorong untuk segera membuktikan integritas dan keberaniannya dengan mengungkap serta menangkap aktor utama yang selama ini diduga menjadi pengendali jaringan.
Jika tidak, maka wajar jika publik terus bertanya:
"Ada apa dengan penegakan hukum di Langkat?",
"Apakah hukum benar-benar tajam ke bawah, namun tumpul ke atas?".
