Seram Bagian Barat // MSN,
MSN || Himpunan Mahasiswa Huamual Barat (HIPPMA-HB) menilai maraknya kritik terhadap Pemerintah Daerah Seram Bagian Barat (SBB) belakangan ini banyak yang tidak berbasis data dan berpotensi menyesatkan opini publik.
Ketua Umum HIPPMA-HB, Sahril Muslih, menegaskan kritik dalam demokrasi harus objektif, berbasis fakta, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Masih ada oknum menyampaikan kritik tanpa data jelas. Ini tidak sehat dan bisa memicu kesalahpahaman di masyarakat,” ujarnya.
Ia mengingatkan, kritik tanpa data berisiko menjadi hoaks atau fitnah yang merugikan publik.
Karena itu, mahasiswa dan pemuda diminta mengedepankan analisis matang sebelum menyampaikan pendapat di ruang publik.
Di sisi lain, HIPPMA-HB mengakui kinerja Pemda SBB sejauh ini tetap berjalan, khususnya dalam upaya peningkatan pelayanan dan pembangunan daerah.
Sejumlah program dinilai layak diapresiasi sebagai bagian dari proses pembangunan berkelanjutan.
Meski begitu, Sahril menegaskan kritik tetap diperlukan sebagai kontrol sosial, dengan catatan harus konstruktif dan solutif.
“Kritik itu penting, tapi harus berkualitas dan berbasis data agar menjadi masukan yang bernilai bagi pemerintah,” katanya.
HIPPMA-HB berharap tercipta sinergi antara masyarakat dan pemerintah melalui kritik yang sehat, objektif, dan berorientasi pada kepentingan publik guna mendorong pembangunan yang transparan dan akuntabel di SBB.(S. Adam)

