-->

News

Kapal Pertamina Ditahan di Selat Hormuz, Awak Seluruhnya WN India: Publik Murka & Kedaulatan Maritim Dipertanyakan

Admin

 

JAKARTA //MSN,

Kasus penahanan kapal tanker Gamsunoro milik Pertamina di Selat Hormuz oleh otoritas Iran memicu gelombang kemarahan publik, Senin.(20/4/26)

Sorotan tak hanya pada insiden penahanan, tetapi juga fakta mengejutkan: seluruh awak kapal tersebut disebut merupakan Warga Negara India, tanpa satu pun pelaut asal Indonesia.

Informasi ini mencuat dari unggahan pelaut Indonesia, Adrian Umar, yang mengaku mencoba menghubungi kapal tersebut. Namun, respons yang diterima justru bernada merendahkan.

“Woi... orang Indonesia mana ada di sini, ini kapal orang kaya, bukan kapal orang miskin kayak kalian!”

Pernyataan itu langsung viral dan memantik kemarahan luas di media sosial.

“Miris! Kapal Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz ternyata seluruh awaknya WN India, tanpa satu pun pelaut Indonesia,” tulisnya.

Kondisi ini memicu kritik tajam terhadap kebijakan rekrutmen di tubuh BUMN energi tersebut. Indonesia dikenal sebagai salah satu negara maritim dengan jumlah pelaut profesional besar dan bersertifikasi internasional. 

Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan ironi yang mencolok.

Publik mempertanyakan mengapa perusahaan milik negara diduga lebih mengandalkan tenaga kerja asing, sementara banyak pelaut lokal justru kesulitan mendapatkan kesempatan kerja di negeri sendiri.

Isu ini juga berkembang menjadi kritik terhadap keberpihakan kebijakan ketenagakerjaan nasional di sektor strategis, khususnya industri pelayaran dan energi.

Hingga kini, publik menuntut klarifikasi resmi dari pihak Pertamina terkait komposisi awak kapal, mekanisme rekrutmen, serta langkah yang akan diambil menyusul insiden tersebut.

Kasus ini bukan sekadar persoalan penahanan kapal di perairan internasional, melainkan juga menyentuh isu yang lebih dalam: kedaulatan tenaga kerja dan harga diri pelaut Indonesia di industri milik bangsanya sendiri.

(Red/Tim)

Share:
Komentar

Berita Terkini