Manggar//MSN,
Selasa 14 April 2026,Sebuah wilayah daerah entah itu kabupaten ataukah provinsi selayaknya haruslah punya wajah atau tampilan fisik, yang berciri khaskan daerah itu sendiri, agar masyarakat daerah tersebut secara sosiologi dan kultur budayanya terwakilkan oleh tampilan tersebut.
Iwan Gabus, sebagai salah seorang warga Belitung Timur, yang juga merupakan Ketua Ormas Pemuda Pancasila di Belitung timur, merasa perlu memberikan masukan kepada Pemkab Beltim terkait tampilan daerah yang bisa merepresentasikan dan menjadi ciri khasnya Beltim.
"Beltim ini sudah 23 lebih tahun berdirinya, namun hingga saat ini, serasa kita belumlah mempunyai ciri khas tampilan kabupaten yang bisa menggambarkan kultural Budaya kita disini, sebagai ciri khasnya" terang Iwan Gabus.
Iwan Gabus mengatakan, walaupun secara akademis dirinya bukan spesifik membidangi perencanaan wilayah dan kota (Planologi) atau Perancangan Kota ( Urban Design), dirinya mengaku hanyalah Diploma III (D3) Desain Interior namun Iwan Gabus sebagai putra asli daerah Beltim, perlu angkat suara terkait hal ini.
"Selama ini, sudah berganti ganti Bupati dan umur Beltim pun sudah beranjak dewasa, namun wajah Beltim tetap seperti ini saja, saya coba kasih masukan agar wajah kabupaten kita upgrade, dan bisa mencerminkan kultur budaya kita disini agar gampang diingat dengan ciri khasnya nanti" ujar Iwan Gabus lagi.
Menurut Iwan Gabus, wilayah sebuah daerah, dalam kajiannya, harus mempunyai tampilan yang didasari suatu tema budaya daerah, dengan penempatan spot yang potensial yang gampang dilihat dan diingat., dilakukan repetisi atau pengulangan, dengan keterkaitan antara satu dengan lainnya yang diikat oleh sebuah tema sebagai ide dasarnya., dan semuanya menjelma dalam wujud harmoni dan unity.
"Saya mengusulkan tema budaya setempat, yang mengacu kepada budaya Melayu Belitong, dan di implementasikan dalam wujud fisik Gerbang dan Tugu-tugu Kabupaten, hal ini sebagai dasar pijakan bahwa Beltim harus mempunyai tampilan yang spesifik dan gampang diingat, bukanlah sebagai tujuan utama untuk pariwisata, namun tak dipungkiri, nantinya akan merujuk ke hal tersebut, bagaimana mungkin kita menggadang gadang pariwisata kita, jika daerah kita pun belum punya wujud ciri khas yang melambangkan adat budaya setempat?" tambah Iwan Gabus.
masih menurut Iwan Gabus, ada banyak titik spot, yang bisa dikemas sebagai wajah Beltim, seperti misalnya, :
1. Gerbang Kabupaten di tiga ruas jalan masuk keluar Beltim, yakni ujung terluar kecamatan Dendang, Simpang Renggiang dan Kelapa kampit, pas di perbatasan kabupaten Beltim dengan kabupaten Belitung.
2. Tugu-tugu di persimpangan Kota yang ada di Beltim, maupun di spot wisata seperti arah ke pantai, gunung atau lainnya.
3. Alun-alun di ibukota Beltim dan Alun alun di kecamatan yang ada di Beltim.
4. Rumah adat Melayu atau RUMAH GEDE, sebgai center piece di ibukota kabupaten Beltim, yang bisa difungsikan sebagai sentral budaya atau bahkan museum kabupaten.
"Mungkin jika berdasarkan secara akademis saya tidaklah layak untuk mengemukakan ini, namun sebagai putra asli daerah Beltim, saya sangat peduli tentang hal ini, toh saya juga punya banyak pengalaman untuk kajian terhadap hal tersebut, yang saya dapatkan dari sewaktu saya bekerja di perusahaan Ritel di Medan, saya biasa merencanakan sekaligus membangun konstruksi hingga interior pusat perbelanjaan seperti mall, plaza, superstore juga Hotel, waterpark, restoran rumah mewah dan bangunan komersial dan bangunan pemerintah dalam skala yang cukup besar" pungkas Iwan Gabus Ketua Pemuda Pancasila Beltim, mengakhiri perbincangannya.
(AGUS)
