Jakarta //MSN,
Keputusan mengejutkan datang dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh yang secara resmi membatalkan rencana unjuk rasa Hari Buruh Internasional 2026 di DPR RI.
Aksi yang semula dijadwalkan pada 1 Mei itu kini beralih menjadi perayaan bersama pemerintah di kawasan Monas.
Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, mengungkapkan bahwa keputusan tersebut diambil usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto yang berlangsung sekitar satu setengah jam. Dalam pertemuan itu, KSPI dan Partai Buruh menyampaikan sedikitnya 11 tuntutan strategis terkait nasib dan kesejahteraan buruh di Indonesia.
“Maka dari diskusi tersebut, KSPI dengan dukungan Partai Buruh memutuskan untuk menggelar perayaan May Day bersama Bapak Presiden di Monas,” ujar Said.
Langkah ini langsung memantik perhatian publik. Perubahan dari aksi demonstrasi ke perayaan bersama penguasa dinilai sebagai sinyal kompromi politik yang tak biasa dalam dinamika gerakan buruh.
Di sisi lain, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, M. Qodari, membenarkan bahwa kehadiran Presiden dalam peringatan Hari Buruh Nasional 2026 di Monas memang telah dijadwalkan sebelumnya.
Keputusan ini memunculkan beragam tafsir: apakah ini bentuk keberhasilan lobi buruh di tingkat elite, atau justru indikasi meredanya tekanan terhadap pemerintah?.
Yang jelas, peringatan May Day tahun ini dipastikan berlangsung dengan wajah berbeda—tanpa gelombang massa di jalanan, namun sarat makna politis di jantung ibu kota.
(Red/Tim)
