MEDAN //MSN,
Siapa sangka, seorang pemuda yang dulu berkutat dengan kanvas digital dan desain komunikasi visual, kini resmi memegang tongkat komando kota terbesar ketiga di Indonesia?.
Nama Rico Tri Putra Bayu Waas, atau yang akrab disapa Rico Waas, mendadak jadi buah bibir. Bukan hanya karena kemenangannya di Pilkada Medan 2024, tapi karena latar belakangnya yang membuktikan bahwa politik bukan hanya milik "pemain lama".
Anak Medan yang "Pulang Kampung" dengan Karya
Rico adalah representasi nyata "Anak Medan" asli. Menghabiskan masa kecil di SD Harapan, SMP Negeri 1, hingga SMA Negeri 2 Medan, Rico kemudian merantau ke Jakarta untuk menimba ilmu.
Uniknya, ia memilih jalur kreatif. Lulusan Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Bina Nusantara (Binus) angkatan 2007 ini membuktikan bahwa latar belakang seni dan desain justru menjadi modal kuat untuk membangun branding kota yang lebih modern dan tertata.
Bukan Politisi "Kemarin Sore", Meski berjiwa muda, Rico bukan orang baru di dunia pergerakan. Bergabung dengan Partai NasDem sejak 2011, ia meniti karier dari bawah.
Namanya mulai mencuri perhatian publik saat aktif di PSP Center melakukan aksi sosial membantu warga Medan yang kesulitan selama pandemi COVID-19 tahun 2020 lalu.
Kepeduliannya pada ekonomi arus bawah juga teruji saat ia dipercaya menjadi Ketua DPW Garpu NasDem Sumut, organisasi yang fokus membina pedagang dan pelaku UMKM. Tak heran, banyak warga Medan menaruh harapan besar padanya untuk membangkitkan ekonomi kreatif di Kota Para Ketua ini.
Era Baru Medan di Tangan Anak Muda
Puncaknya, pada 20 Februari 2025, Rico Waas resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara sebagai Wali Kota Medan periode 2025–2030.
Berpasangan dengan Zakiyuddin Harahap, mereka berhasil mengantongi hampir 300 ribu suara warga Medan.
Kemenangan Rico adalah pesan kuat bagi generasi milenial dan Gen Z di Medan: Bahwa politik adalah ruang pengabdian, dan anak muda punya tempat disana.(Red/Tim)
