Jakarta // MSN,
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Cakrawala Nusantara secara resmi melaporkan dugaan penyimpangan pelaksanaan pekerjaan irigasi Daerah Irigasi (D.I) Muara Jaya Tahun Anggaran 2025 ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Proyek tersebut diketahui dikerjakan oleh BUMN PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk.
Laporan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kualitas pembangunan infrastruktur negara yang dinilai tidak sesuai dengan juknis, spesifikasi teknis, serta Standar Nasional Indonesia (SNI). LSM Cakrawala Nusantara menyebut, temuan di lapangan menunjukkan adanya indikasi kuat penyimpangan teknis yang berpotensi merugikan keuangan negara.
Ketua LSM Cakrawala Nusantara menyampaikan bahwa berdasarkan hasil investigasi lapangan, kondisi beton pada pekerjaan dinding saluran irigasi ditemukan sangat rapuh dan mudah terkelupas, sehingga diduga tidak mencapai mutu beton rencana.
“Ini bukan sekadar cacat ringan. Kami menduga mutu beton tidak sesuai spesifikasi teknis yang dipersyaratkan dalam kontrak,”ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga menemukan retakan berulang pada segmen dinding saluran dengan jarak sekitar satu meter. Retakan tersebut diduga kuat akibat pemasangan besi wiremesh yang tidak disambung menggunakan metode overlap, sebagaimana diwajibkan dalam SNI struktur beton bertulang.
Temuan lain yang tak kalah serius adalah dugaan penggunaan material beton yang tidak sesuai standar. Di lapangan, LSM Cakrawala Nusantara menduga pekerjaan tersebut tidak menggunakan split, koral cuci, dan pasir cuci yang bersih, sehingga mempengaruhi kualitas dan daya tahan bangunan.
Lebih lanjut, dari hasil analisis awal, mutu beton dinding saluran diperkirakan tidak mencapai K-125, sementara berdasarkan juknis Permen PUPR, mutu beton untuk dinding saluran irigasi minimal harus K-175.
“Jika benar mutu beton berada jauh di bawah standar, ini jelas pelanggaran serius. Apalagi proyek ini dikerjakan oleh BUMN besar. Kami minta Kementerian PUPR tidak menutup mata,” tegasnya.
Atas dasar temuan tersebut, LSM Cakrawala Nusantara mendesak Kementerian PUPR untuk segera melakukan audit teknis menyeluruh, uji laboratorium independen terhadap mutu beton, serta evaluasi terhadap pelaksana dan pengawas proyek. Mereka juga meminta agar diberikan sanksi tegas jika terbukti terjadi pelanggaran.
LSM Cakrawala Nusantara menilai, pembiaran terhadap dugaan penyimpangan ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga berpotensi mengancam keberlanjutan fungsi irigasi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan petani di wilayah D.I Muara Jaya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk maupun Kementerian PUPR belum memberikan keterangan resmi terkait laporan tersebut.
(Rama)
