-->

News

Medan Mencekam, Aksi Demo Anarkis Terpecah 3 Bagian Dipukul Mundur Aparat Pengamanan

Admin


Medan // MSN,

Aksi Demonstrasi memanas di Kota Medan dan kota-kota lain setelah sehari sebelumnya pengemudi ojek online bernama alm. Affan Kurniawan tewas akibat dilindas kendaraan rantis Brimob. 

Terkonfirmasi bahwa Sebanyak tujuh anggota Brimob ditetapkan melanggar kode etik profesi kepolisian

"Tujuh anggota Satbrimob Polda Metro Jaya yang terlibat dalam insiden kendaraan taktis itu dipastikan "telah terbukti melanggar kode etik kepolisian," kata Kadiv Propam Polri, Irjen Pol. Abdul Karim di Jakarta.

Ketujuh anggota berinisial Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu B, Bripda M, Baraka Y, dan Baraka J kini menjalani penempatan khusus (patsus) di Divisi Propam Polri.

Suasana unjuk rasa yang dilakukan Cipayung Plus, Ojol dan Anak Sekolahan bersama warga di depan Gedung DPRD Sumut pada Jum'at (29/8/2025) lalu seakan dinilai sebagai kegiatan yang memicu anarkis dari aparat keamanan untuk memecah konsentrasi.

Kejadian tersebut bermula pada pukul 14.30 WIB, ratusan mahasiswa yang mengatasnamakan diri sebagai Cipayung Plus Sumut berkumpul dengan atribut organisasi masing-masing bergabung bersama para Ojol, Anak Sekolahan serta Masyarakat.

Ironisnya, ketika adzan Ashar berkumandang, massa aksi dari Cipayung Plus dan warga mempertahankan orasi liar dan kosong, dan bahkan ada sejumlah anak sekolahan yang membakar pos polisi di seputaran Lapangan Benteng, yang semakin memicu kemarahan aparat keamanan di lokasi bersama masyarakat.

Kemudian, sejumlah awak media, pedagang minuman, dan beberapa pihak kepolisian telah mengingatkan untuk dihentikan sejenak karena suasana sedang adzan, namun mereka tetap tidak menggubrisnya dan tetap melanjutkan aksinya tersebut.

Sedangkan massa aksi OJOL di Kota Medan, memaksa secara langsung agar Komandan Satuan Brimob Polda Sumut agar meminta maaf dan berdoa bersama buat rekannya yang telah tewas di Jakarta sebagai aksi solidaritas Ojol se-Indonesia, dan akhirnya Dansat Brimob pun Berdoa bersama para massa aksi OJOL.

Aksi demonstrasi hari ini berkat bantuan para Aparat Pengamanan Direktorat Intelkam Polda Sumut yang turun langsung ke jalan, untuk memecah menjadi 3 Kelompok yang terpisahkan agar mengantisipasi aksi anarkis yang semakin besar di Kota Medan.

Dan dalam dua hari berlangsungnya unjuk rasa di Gedung DPRD Sumut, keduanya mengalami kondisi kericuhan. Pada 27 Agustus 2025 yang lalu, suasana kericuhan terjadi, saat aliansi mahasiswa dan warga bersatu datang dengan membawa isu ‘Selusin Tuntutan Rakyat’, berbagai orasi disampaikan dengan evaluasi kinerja serta meminta DPR untuk tidak diistimewakan.

Kali ini kericuhan yang sama terjadi ketika anak sekolahan dan STM membakar pos polisi dan melempar batu bahkan diketahui ada yang membawa bom molotov yang mengakibatkan aparat keamanan mengalami luka-luka, hingga pukul 6 Sore aparat berhasil memukul mundur Aksi demonstrasi tersebut.

Saat dikonfirmasi awak media yang bertugas kepada salah satu Komandan Aparat Pengamanan dari Direktorat Reserse Intelkam Polda Sumut yang tak mau disebutkan namanya, bahwa aksi ini masih akan berlanjut dan tidak akan bisa berhenti jika Anggota DPRD RI tidak angkat bicara langsung kepada masyarakat terkait isue nasional tersebut, apalagi mereka merupakan para wakil rakyat di Parlemen yang saat ini sedang memicu kemarahan rakyat di Indonesia secara serentak.(PJS)

Share:
Komentar

Berita Terkini