BANDA ACEH//MSN.
Aceh,Setiap tahunnya menerima kucuran dana triliunan rupiah dari pemerintah pusat RI—mulai dari Dana Otonomi Khusus (Otsus), Dana Bagi Hasil Migas, hingga anggaran pembangunan strategis lainnya, seperti proyek dari program revitalisasi sekolah.
"Namun, di balik gelontoran dana besar triliunan rupiah untuk Aceh demi kemakmuran rakyat ini, terus dibayang-bayangi syarat penyimpangan yang masih menjadi ancaman serius bagi masa depan daerah Serambi Mekkah.
Melihat kondisi tersebut, Nasruddin, Penasehat Relawan Prabowo Gibran Xperiance (PGX) sekaligus Ketua Umum Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM) Aceh, melayangkan peringatan keras kepada aparat penegak hukum agar bersikap "profesional" atau jangan tebang pilih dalam menindaklajuti para pelaku korupsi.
"Uang rakyat Aceh sangat besar, termasuk anggaran untuk revitalisasi rumah sekolah. Jika tidak diawasi dengan ketat dan penegak hukum masih tebang pilih atau abu-abu dalam menindak pelaku korupsi, maka mutu pendidikan dan kemiskinan di Aceh tidak akan pernah selesai," ungkap Nasruddin dengan nada prihatin.
Nasruddin menegaskan bahwa selama ini aliran dana istimewa yang diberikan pemerintah pusat seharusnya dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat luas, bukan justru menjadi ladang memperkaya diri bagi segelintir oknum yang tidak bertanggung jawab.
Sebagai bagian besar dari relawan pendukung pemerintah, ia menyatakan komitmen penuh untuk terus mengawal visi-misi Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas praktik rasuah hingga ke akar-akarnya."Ujar Nasruddin.
(M.Alimin)
