Gunungsitoli-Nias//MSN,
Kewaspadaan terhadap dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian penting dalam melindungi kesehatan masyarakat. Sebagai langkah preventif, Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Kesehatan bersama Tim Penggerak PKK Kota Gunungsitoli melaksanakan aksi berbagi masker di Lapangan Merdeka Kota Gunungsitoli, Jumat (16/10/2026).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Surat Edaran Wali Kota Gunungsitoli Nomor 300.2/6970/X/Tahun 2026 tentang Himbauan kepada Masyarakat Kewaspadaan terhadap Dampak Asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Dalam kegiatan tersebut, Kepala BPBD Kota Gunungsitoli, Adiman Perwira Harefa, S.Th., M.Si., bersama Kepala Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli, Everoni Mendrofa, S.K.M., M.Kes., dan Ketua TP PKK Kota Gunungsitoli, Ny. Veny Sowa’a Laoli, beserta staf dan pengurus TP PKK Kota Gunungsitoli, melaksanakan aksi berbagi masker kepada masyarakat.
Pembagian masker ini menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan diri terhadap paparan asap. Asap karhutla dapat mengandung partikel halus yang mengganggu saluran pernapasan, menyebabkan iritasi mata, serta memperburuk kondisi kesehatan, terutama bagi bayi, anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan
Masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk, menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar rumah, serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gangguan pernapasan yang berat.
Selain itu, masyarakat diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran terbuka, baik untuk membersihkan lahan maupun membakar sampah. Apabila menemukan kejadian kebakaran yang berpotensi membahayakan lingkungan dan keselamatan warga, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada aparat setempat atau petugas terkait.
Keterlibatan TP PKK Kota Gunungsitoli dalam kegiatan ini memperkuat peran organisasi kemasyarakatan dalam menyampaikan edukasi kesehatan dan mendorong perlindungan keluarga. Sinergi antara BPBD, Dinas Kesehatan, dan TP PKK menjadi bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana serta mengurangi risiko kesehatan yang ditimbulkannya.
Melalui aksi ini, Pemerintah Kota Gunungsitoli mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengikuti informasi resmi dari instansi terkait, dan bersama-sama menjaga lingkungan agar terhindar dari kebakaran. Upaya pencegahan dan kepedulian bersama diharapkan dapat mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih sehat dan tangguh, sejalan dengan semangat Gunungsitoli Hebat.
(Red/Tim)
.jpg)


