MEDAN//MSN,
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan masyarakat Suku Karo merupakan bagian penting yang tidak akan pernah bisa dipisahkan dari sejarah dan denyut nadi Kota Medan.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung Rico Waas saat membuka Perayaan Tradisi Budaya Suku Karo Merdang Merdem di Lapangan Benteng Medan pada hari Sabtu, 17 Oktober 2026.
Rico Waas menyampaikan keberagaman suku di Medan adalah kekuatan besar yang wajib dijaga bersama seluruh warga.
"Kita boleh berbeda suku, baik Suku Karo, Jawa, Batak, Nias, maupun suku lainnya. Namun, kita harus bangga Medan menjadi bagian dari masyarakat Karo, dan masyarakat Karo juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Kota Medan," ujar Rico.
Rico Waas juga berharap tradisi tahunan ini membawa keberkahan serta kelimpahan hasil panen bagi seluruh masyarakat.
"Semoga Merdang Merdem membawa berkah dan kebaikan sebagai ungkapan syukur atas berkat Tuhan Yang Maha Esa," tambah Rico.
Memasuki penyelenggaraan ke-11 dengan tema "Merawat Tradisi, Merajut Kebersamaan dalam Keberagaman", acara ini turut merangkul keturunan Guru Patimpus Sembiring Pelawi dari berbagai daerah.
Rangkaian acara diisi dengan ritual kenduri arwah untuk menghormati leluhur pendiri kota, atraksi kesenian Merga Silima, hingga hiburan musik yang dimeriahkan artis Karo seperti Santa Hoky Ginting, Rimta Br Ginting, dan Perdana Tarigan
Selain keindahan seni perkolong-kolong (seni vokal duet tradisional Karo yang jenaka dan interaktif), panggung utama juga diguncang oleh penampilan artis senior nasional dan lokal, sekaligus perkolong-kolong oleh Santa Hoky Ginting dan didukung oleh artis lainnya antaranya:
• Rimta Br Ginting
• Perdana Tarigan
• Berlian Br Sitepu
• Yanto Tarigan
• Gimta Tarigan
• Asem Menita Tarigan
• Unjuk Br Ginting.
Masyarakat sangat antusias menyaksikan acara kerja tahun kota Medan 2026 yang dimulai hari Sabtu 17 Oktober 2026 , sekitar pukul 13.00 wib hingga malam sampai selesai .Memang budaya Karo ini sangat unik mulai 11 tahun lalu telah dilaksanakan namun gaungnya semakin memukau sejak masa walikota Medan Bobby Nasution dan diteruskan oleh walikota Medan sekarang Ricowaas, acara kerja tahun suku Karo semakin tenar dan didukung oleh masyarakat Karo dan masyarakat Sumatera Utara.
Di harapkan kelak menjadi acara kerja tahun suku Karo akan tampil di tingkat nasional dan menampilkan kebudayaan Karo ditengah-tengah masyarakat Indonesia.
(Alisa G.)




