LEBAK//MSN,
Kasus penculikan aktivis di Lebak menunjukkan perkembangan signifikan menyusul langkah cepat Polda Banten. Setelah sebelumnya melayangkan ultimatum tegas dalam kurun waktu 24 jam, Ketua LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Lebak, King Naga, kini menyampaikan apresiasi sekaligus peringatan agar penuntasan kasus tidak berhenti pada pelaku lapangan saja.
Langkah kepolisian yang berhasil menangkap sebagian pelaku eksekutor dinilai sebagai langkah awal yang positif. Namun, King Naga menegaskan perjuangan belum usai dan kembali menekankan pentingnya mengungkap siapa yang berada di balik layar.
Apresiasi Kinerja Polisi: Gerak cepat jajaran Polda Banten dalam meringkus pelaku langsung disambut baik sebagai bukti keseriusan penegakan hukum.
Fokus pada Dalang: Penangkapan pelaku lapangan belum cukup; aktor intelektual dan penyebab utama peristiwa ini harus segera diungkap dan diproses hukum.
Peringatan Tegas: Ultimatum kembali disampaikan agar proses hukum tidak berhenti di tengah jalan, serta mencegah hukum hanya berlaku bagi rakyat kecil saja.
Jaminan Keamanan: Penuntasan kasus secara utuh menjadi syarat mutlak agar aktivitas demokrasi dan keamanan warga di Lebak tetap terjaga.
"Kami hargai langkah yang sudah diambil polisi. Tapi ingat, ini baru permulaan. Kami minta Polda Banten tidak berhenti sampai di sini. Aktor intelektual harus turut diseret ke pengadilan. Jangan biarkan hukum tajam ke bawah, namun tumpul ke atas," tegas King Naga.
Sementara itu, Polda Banten menyatakan investigasi masih berjalan terus-menerus. Pihak kepolisian berkomitmen mengusut tuntas seluruh keterlibatan tanpa pandang bulu demi menjaga ketertiban dan keadilan di wilayah Banten.
(Tim/RB)
Sumber : Ketua LSM GMBI Distrik Lebak ( King Naga )


