-->

News

Perbedaan Garis Keturunan Suku lain dan Suku Minangkabau

Admin



Medan//MSN, 

Kamis,14 Mei 2026 Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan keberagaman suku, budaya, dan adat istiadat yang saling melengkapi satu sama lain. Dalam berbagai kegiatan, baik formal maupun nonformal, keberagaman tersebut tampak nyata. Misalnya, dalam acara penyambutan sering ditampilkan tari persembahan khas Melayu, sementara dalam acara pelantikan atau kegiatan adat lainnya kerap ditampilkan tari tortor dari masyarakat Batak.

Dua suku besar di Pulau Sumatera, yakni Suku Batak dan Suku Minangkabau, memiliki perbedaan mendasar dalam sistem garis keturunan. Pada masyarakat Batak, sistem kekerabatan bersifat patrilineal, yaitu garis keturunan ditarik dari pihak laki-laki. Hal ini dikenal dengan sistem marga, di mana nama marga diwariskan kepada anak laki-laki dan menjadi identitas utama dalam struktur sosial dan adat. 

Sebaliknya, masyarakat Minangkabau menganut sistem matrilineal, yakni garis keturunan berasal dari pihak perempuan. Suku atau kaum diwariskan melalui ibu, dan peran laki-laki dalam keluarga diwakili oleh mamak (paman dari pihak ibu) yang memiliki tanggung jawab penting dalam adat dan pengelolaan harta pusaka. 

Dalam tradisi pernikahan Minangkabau, khususnya di wilayah 

Pariaman, dikenal tradisi “dijapuik”, yaitu pihak perempuan yang melamar laki-laki.

Tradisi ini mencerminkan kuatnya peran perempuan dalam struktur adat Minangkabau. Meski demikian, praktik ini tidak selalu dilakukan secara mutlak, terutama di perantauan atau di daerah lain, karena adanya penyesuaian dengan perkembangan zaman.

Selain kekayaan adat, Pariaman juga dikenal memiliki potensi wisata yang memukau. Beberapa destinasi pantai yang menjadi daya tarik wisatawan antara lain Pantai Pariaman, Pantai Kata, Pantai Hatta, dan Pantai Penyu. Keindahan alam tersebut bahkan telah menarik perhatian wisatawan mancanegara.

Keberagaman adat dan budaya ini menjadi kekayaan bangsa yang patut dijaga dan dilestarikan. Perbedaan bukanlah pemisah, melainkan kekuatan yang memperkaya identitas Indonesia.

Sungguh indah ciptaan Tuhan, maka nikmat Tuhan mana lagi yang kita dustakan. 

( Ra )

Share:
Komentar

Berita Terkini