-->

News

Pengedar Ubas di Medan Ajak Warga 'Battle Royale, Polisi: 'Kalian Kira Ini Turnamen?'

Admin

 

Medan //MSN,

Warga Gang Jati, Jalan Denai, Medan Area, malam Jum'at (22/5) mendadak dihebohkan dapat hiburan gratis rasa film action. Bedanya ini bukan syuting, bukan konten prank, dan tidak ada tulisan “settingan demi subscriber”.

Semua bermula saat polisi melakukan penyamaran dalam Operasi Antik Toba 2026. Kanit Reskrim Polsek Medan Area, Iptu Khairul Fajri Lubis, pura-pura jadi pembeli. Awalnya aman. Obrolan masih santai, muka masih tenang, vibe masih kayak transaksi biasa.

Tapi pas mau ditangkap, si tersangka Riki alias Uget langsung panik level maksimal.

“WOI! LEMPAR POLISI INI!” teriaknya ke warga sekitar.

Warga yang dari tadi cuma duduk depan rumah sambil minum teh manis langsung bingung. Ada yang mau bantu, ada yang cuma nengok dari balik pagar, ada juga yang tetap fokus main Mobile Legends sambil bilang,

“Bentar bang, rank aku tinggal satu bintang lagi.”

Situasi makin panas. Polisi dan tersangka pun bergulat di tengah gang. Sandal berterbangan, emak-emak keluar rumah sambil pegang sapu, bocah-bocah komplek malah senang karena merasa kayak nonton WWE live tanpa bayar tiket.

Di tengah keributan itu, terdengar suara polisi:

“Kau suruh lempar orang? Lempar lah sini!”.

Nada suaranya bukan lagi kayak aparat. Udah kayak abang pajak yang motornya diserempet tapi pelaku malah ngajak ribut.

Menurut warga sekitar, suasana malam itu lebih heboh dari rebutan minyak goreng waktu diskon.

“Biasanya di gang ini paling ribut ayam berantam. Semalam polisi sama pengedar yang gulat,” ujar seorang bapak sambil ketawa.

Meski sempat ricuh, polisi akhirnya berhasil mengamankan tersangka berikut barang bukti ubas dan uang tunai Rp215 ribu. Sementara Iptu Fajri mengalami lvka ringan dan bajunya robek akibat bergulat.

Netizen Medan langsung ramai komentar:

“Medan ini unik kali. Mau beli bakso takut tiba-tiba ada adegan Fast & Furious.”

Ada juga yang bilang:

“Untung polisi kuat. Kalau aku yang nyamar, baru diteriaki aja udah pura-pura jadi tukang survei wifi.”

Kini polisi masih memburu pemasok barang haram tersebut. Sedangkan warga berharap gang mereka kembali normal seperti biasa: bapak-bapak ngopi, ibu-ibu gibah tipis-tipis, dan anak-anak main bola sampai kaca tetangga pecah.(PJS)

Share:
Komentar

Berita Terkini