Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung percepatan pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Melalui gerakan kemanusiaan bertajuk “Polri untuk Masyarakat”, sebanyak 22 kontainer bantuan resmi dilepas hari ini.
Pelepasan bantuan dipimpin langsung Kapolri Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi, serta dihadiri jajaran pejabat utama Polri dan pemerintah daerah.
Dari total 22 kontainer, sebanyak 12 kontainer didistribusikan untuk wilayah Aceh dan 10 kontainer untuk Sumatera Utara. Seluruh logistik telah melalui proses pendataan dan stock opname secara detail guna memastikan bantuan tepat sasaran sesuai kebutuhan lapangan.
Berdasarkan data logistik yang dihimpun, bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan pokok seperti beras dalam berbagai kemasan, mi instan, minyak goreng, air mineral, telur, ikan kering, hingga makanan siap saji.
Selain itu, Polri juga menyalurkan susu anak, biskuit, perlengkapan bayi, pembalut wanita, serta berbagai kebutuhan sandang seperti selimut, pakaian, sarung, mukena, dan perlengkapan ibadah.
Di sektor kesehatan, puluhan jenis obat-obatan turut disiapkan, antara lain obat penurun panas, antibiotik, obat batuk, vitamin, oralit, masker, hingga perlengkapan medis dasar untuk mengantisipasi penyakit pascabanjir.
Tak hanya itu, dukungan berupa portable power station dan panel surya juga disertakan untuk membantu wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan listrik akibat bencana.
Distribusi bantuan dilakukan secara bertahap dari gudang logistik di Medan dan Bireuen, dengan koordinasi lintas instansi agar penyaluran merata hingga ke wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau. Sekitar 40 ribu warga diproyeksikan menerima manfaat langsung dari bantuan ini.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa langkah ini merupakan wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.
Sementara itu, Siti Hediati Hariyadi mengapresiasi respons cepat Polri, termasuk dukungan terhadap pemulihan infrastruktur yang terdampak, guna mempercepat bangkitnya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Penyaluran bantuan yang dilakukan secara terencana, transparan, dan berbasis kebutuhan lapangan ini mencerminkan Polri yang Presisi—berorientasi pelayanan dan hadir dengan empati. Selain menjaga stabilitas keamanan selama masa tanggap darurat, Polri juga memastikan proses distribusi berjalan aman dan tertib.
Langkah ini sekaligus memperkuat kepercayaan publik bahwa di tengah bencana, negara hadir tidak hanya dalam pengamanan, tetapi juga dalam aksi nyata kemanusiaan yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat.(Red/Tim)

