INDRAMAYU//MSN,
Minggu, 18 Oktober 2026, Keluarga Pelabuhan Perikanan Unit Daerah (KPPUD) Mina Sumber Mas, Desa Ilir, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, menggelar kegiatan Sedekah Laut atau Nadranan dengan ketua panitia penyelenggara : H. Carma, Sekretaris: Darma dan Bendahara: Ramadi, yang ditandai dengan pelepasan kapalan sebagai simbol rangkaian tradisi budaya masyarakat nelayan pesisir. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi, menumbuhkan rasa kebersamaan, serta melestarikan tradisi leluhur yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat nelayan.
Acara yang berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat dan instansi terkait tersebut merupakan bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat nelayan atas rezeki dan hasil laut yang telah diberikan, sekaligus menjadi doa bersama agar para nelayan senantiasa diberikan keselamatan, kelancaran dalam mencari nafkah, serta keberkahan dalam menjalankan aktivitas melaut.
Tradisi Sedekah Laut atau Nadranan sendiri telah menjadi bagian dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat pesisir Indramayu. Selain memiliki nilai tradisi, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat hubungan antarnelayan, pengurus, tokoh masyarakat, pemerintah desa, serta unsur keamanan dan pihak-pihak lain yang selama ini berperan dalam mendukung kehidupan masyarakat pesisir.
Dihadiri Unsur Pemerintahan, TNI-Polri, dan Masyarakat
Pelaksanaan kegiatan Nadranan KPPUD Mina Sumber Mas Desa Ilir tersebut dihadiri oleh sejumlah tamu undangan dari unsur pemerintahan, TNI-Polri, serta berbagai unsur terkait lainnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Kandanghaur, Bapak Rusyad Nurdin, S.T., M.Si., beserta jajaran; Kuwu Desa Ilir, Bapak Tato Hartoyo, S.E., beserta jajaran; serta perwakilan Polres Indramayu, AKBP Prianggo Parlindungan, P.M., yang diwakili Kapolsek Kandanghaur, AKP Joni, S.H., beserta jajaran dan jajaran Polair Kandanghaur.
Dari unsur TNI, kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Kodim Indramayu melalui Koramil Kandanghaur yang dipimpin Kapten Arh. Dadan beserta jajarannya, serta DanPos TNI Angkatan Laut Kandanghaur beserta jajarannya. Selain itu, hadir pula sejumlah unsur terkait lainnya yang turut memberikan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi wujud perhatian dan dukungan terhadap kegiatan masyarakat nelayan, khususnya dalam menjaga kelestarian budaya lokal, mempererat komunikasi lintas sektor, serta mendukung terciptanya kehidupan masyarakat pesisir yang aman, harmonis, dan sejahtera.
Ketua Panitia Sampaikan Apresiasi kepada Para Donatur dan Panitia
Dalam sambutannya, Ketua Panitia Penyelenggara, H. Carma, menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh tamu undangan yang telah berkenan hadir dalam kegiatan Sedekah Laut atau Nadranan KPPUD Mina Sumber Mas Desa Ilir.
Ia juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik berupa bantuan materiil maupun moril, sehingga kegiatan tradisi masyarakat nelayan tersebut dapat terselenggara.
Menurut H. Carma, keberhasilan pelaksanaan Nadranan tidak terlepas dari peran serta dan kepedulian berbagai pihak, terutama para donatur yang telah memberikan sumbangsih demi mendukung kelancaran kegiatan.
Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada para donatur dari kalangan juragan kapal nelayan cumi, juragan kapal nelayan tradisional, serta para nelayan kecil, termasuk nelayan kerang dan kelompok nelayan lainnya yang turut memberikan dukungan.
Apresiasi juga diberikan kepada para penyumbang dari kalangan tekong kapal nelayan cumi yang berasal dari Desa Ilir dan wilayah sekitar Parean. Partisipasi mereka dinilai menjadi bagian penting dalam membangun semangat gotong royong dan kebersamaan di lingkungan masyarakat nelayan.
Dalam kesempatan tersebut, H. Carma juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota panitia yang telah bekerja keras dan memberikan kontribusi selama persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.
Ia menegaskan bahwa dukungan para anggota panitia, baik dalam bentuk tenaga, pemikiran, bantuan materiil maupun moril, merupakan salah satu faktor penting yang memungkinkan kegiatan Nadranan terlaksana dengan baik.
Semangat kebersamaan tersebut mencerminkan bahwa tradisi Sedekah Laut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan juga menjadi wadah untuk memperkuat solidaritas sosial dan menumbuhkan kepedulian antarsesama masyarakat nelayan.
Pelepasan Kapalan Menjadi Simbol Syukur dan Harapan Nelayan
Pelepasan kapalan sebagai simbol dalam rangkaian kegiatan Sedekah Laut atau Nadranan menjadi salah satu bagian yang memiliki makna penting bagi masyarakat nelayan Desa Ilir dan sekitarnya.
Melalui tradisi ini, masyarakat nelayan berharap agar hasil laut senantiasa membawa keberkahan, keselamatan, dan kesejahteraan bagi seluruh keluarga nelayan. Doa dan harapan juga dipanjatkan agar para nelayan diberikan perlindungan selama menjalankan aktivitas di laut, dijauhkan dari berbagai marabahaya, serta senantiasa diberikan kelancaran dalam mencari nafkah.
Bagi masyarakat pesisir, laut bukan hanya menjadi sumber penghidupan, melainkan juga bagian penting dari kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya. Oleh karena itu, menjaga hubungan harmonis antarmasyarakat serta melestarikan tradisi lokal merupakan hal yang memiliki arti tersendiri bagi keberlangsungan kehidupan generasi mendatang.
Pelaksanaan Nadranan juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memperkuat rasa memiliki terhadap warisan budaya daerah. Keterlibatan berbagai kalangan, mulai dari nelayan tradisional, nelayan kapal cumi, tokoh masyarakat, pemerintah desa, hingga unsur terkait lainnya, memperlihatkan pentingnya kerja sama dalam menjaga tradisi yang telah lama hidup di tengah masyarakat
Gotong Royong Menjadi Kunci Terselenggaranya Kegiatan
Dukungan para donatur dan partisipasi anggota panitia menunjukkan bahwa nilai gotong royong masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Desa Ilir dan wilayah pesisir Kandanghaur.
Keterlibatan para juragan kapal, tekong kapal nelayan cumi, nelayan kecil, serta kelompok nelayan lainnya menggambarkan adanya kepedulian bersama untuk mempertahankan tradisi sekaligus menjaga hubungan sosial di lingkungan masyarakat nelayan.
Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan terjalin komunikasi yang semakin baik antara masyarakat, pemerintah, dan unsur terkait. Kebersamaan tersebut juga diharapkan dapat menjadi modal sosial dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat pesisir, khususnya dalam sektor perikanan dan kehidupan ekonomi nelayan.
Di sisi lain, keberadaan tradisi Nadranan menjadi pengingat bahwa nilai-nilai budaya lokal perlu terus dirawat dan diperkenalkan kepada generasi muda. Dengan demikian, warisan leluhur tidak hanya menjadi kenangan masa lalu, tetapi tetap hidup dan memiliki makna bagi kehidupan masyarakat pada masa kini dan mendatang.
Harapan untuk Keberlanjutan Tradisi Nadranan
Melalui terselenggaranya kegiatan Sedekah Laut atau Nadranan KPPUD Mina Sumber Mas Desa Ilir pada Minggu, 18 Oktober 2026, masyarakat berharap tradisi tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat nelayan Indramayu.
Selain menjadi ungkapan rasa syukur, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, serta mendorong terpeliharanya hubungan yang harmonis antara masyarakat nelayan dengan pemerintah dan unsur terkait.
Apresiasi yang disampaikan Ketua Panitia H. Carma kepada seluruh tamu undangan, donatur, dan anggota panitia menjadi penegasan bahwa keberhasilan kegiatan merupakan hasil dari kebersamaan dan dukungan banyak pihak.
Dengan semangat gotong royong dan kepedulian bersama, tradisi Nadranan KPPUD Mina Sumber Mas diharapkan tetap menjadi bagian dari kekayaan budaya pesisir Indramayu, sekaligus menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, menjaga kelestarian tradisi, dan memanjatkan doa demi keselamatan serta kesejahteraan seluruh masyarakat .
(Tim MSN Indramayu)



