JAKARTA //MSN
Jalan karier Luky Alfirman di Kementerian Keuangan kembali menjadi sorotan. Beberapa bulan setelah dicopot dari jabatan Direktur Jenderal Anggaran oleh Menteri Keuangan saat itu, Purbaya Yudhi Sadewa, Luky kini justru kembali ke jajaran pimpinan Kementerian Keuangan.
Presiden Prabowo Subianto melantik Luky Alfirman sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 104/P Tahun 2026.
Luky sebelumnya menjabat Dirjen Anggaran hingga kemudian diberhentikan dari posisi tersebut per 21 April 2026. Saat itu, Purbaya mengonfirmasi pencopotan Luky bersama Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal Febrio Nathan Kacaribu. Kedua posisi tersebut untuk sementara diisi pejabat pelaksana harian.
Terseret Polemik 21.801 Motor Listrik MBG
Pencopotan Luky kemudian menjadi sorotan setelah muncul polemik pengadaan kendaraan operasional untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebut sebanyak 21.801 unit motor listrik telah direalisasikan dari rencana pengadaan 25.000 unit untuk mendukung operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Purbaya sebelumnya mengungkapkan bahwa Kementerian Keuangan sempat menolak pengadaan tersebut. Namun, anggaran tetap dapat keluar akibat adanya celah pada sistem perangkat lunak Direktorat Jenderal Anggaran.
“Kebobolan” menjadi istilah yang digunakan Purbaya ketika menjelaskan persoalan tersebut, seraya menyebut sistem kemudian diperbaiki.
Ketika ditanya apakah pencopotan Luky berkaitan dengan persoalan anggaran motor MBG, Purbaya tidak memberikan konfirmasi tegas. Ia menjawab, “Mungkin, Anda tebak saja sendiri.”
Karena itu, hubungan langsung antara pencopotan Luky dan polemik motor MBG perlu ditempatkan sebagai dugaan atau konteks pemberitaan, bukan sebagai fakta bahwa Luky secara resmi dinyatakan dicopot karena meloloskan anggaran tersebut.
Kini Kembali Sebagai Wamenkeu
Perubahan posisi itu menjadi sorotan karena Luky kini kembali menduduki jabatan strategis di kementerian yang sama.
Dalam pemerintahan saat ini, Luky akan bekerja bersama Menteri Keuangan Suahasil Nazara serta Wakil Menteri Keuangan lainnya. Kementerian Keuangan mengonfirmasi bahwa setelah pelantikan Luky dan Nurkholisoh Ibnu Aman, formasi Wamenkeu kembali menjadi tiga orang.
Suahasil sendiri dilantik sebagai Menteri Keuangan pada 14 September 2026, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.
Dengan demikian, perjalanan Luky dalam beberapa bulan terakhir memperlihatkan perubahan yang cukup mencolok: dicopot dari kursi Dirjen Anggaran pada April, kemudian kembali ke lingkaran pimpinan Kemenkeu sebagai Wamenkeu pada Oktober.
Luky sendiri merupakan birokrat senior Kemenkeu yang telah berkarier di kementerian tersebut sejak 1995. Ia sebelumnya pernah menduduki berbagai posisi strategis, termasuk Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko dan Dirjen Anggaran.
Dari kursi Dirjen yang dicopot, terseret polemik “kebobolan” anggaran motor MBG, hingga kembali dilantik Presiden sebagai Wamenkeu.
Kini perhatian publik tertuju pada satu hal: bagaimana Luky akan menjalankan peran barunya di Kementerian Keuangan setelah sebelumnya berada di tengah polemik pengelolaan anggaran MBG.
*Catatan redaksi: istilah “dicopot karena meloloskan motor listrik MBG” merupakan framing yang harus dibaca hati-hati. Pernyataan resmi Purbaya yang tersedia di publik tidak secara eksplisit menetapkan Luky sebagai pihak yang terbukti meloloskan anggaran tersebut.
(Red/Tim)
