-->



News

Refleksi dan Aksi Literasi Siswa UPTD SDN 3 Margamulya, Tampilkan Karya Puisi, Pantun, dan Cerpen

Admin


Indramayu//MSN,

Rabu, 23 September 2026 — 

Semangat meningkatkan budaya literasi terus ditumbuhkan di lingkungan UPTD SDN 3 Margamulya, Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu. Salah satu bentuk nyata dari upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan refleksi dan aksi karya siswa dengan menampilkan hasil kreativitas dalam bentuk puisi, pantun, dan cerpen.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi Program Sekolah LITAKSERAB, yang mendorong siswa untuk tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu menuangkan gagasan, pengalaman, imajinasi, serta perasaan mereka ke dalam karya tulis dan kemudian berani menyampaikannya di hadapan orang lain.

Kegiatan berlangsung di halaman sekolah dan diikuti oleh para siswa. Penampilan karya siswa turut disaksikan oleh seluruh guru, staf, dan karyawan UPTD SDN 3 Margamulya. Suasana sekolah pun berubah menjadi ruang apresiasi bagi karya dan keberanian siswa dalam menunjukkan kemampuan literasinya.

Kepala UPTD SDN 3 Margamulya, Bapak Carlam, S.Pd.I., M.Pd., memberikan dukungan terhadap kegiatan literasi yang dilaksanakan di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan semacam ini, siswa mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan membaca, menulis, berbicara, sekaligus membangun rasa percaya diri.

Program literasi di sekolah tidak hanya diarahkan pada kemampuan siswa dalam memahami bacaan. Lebih dari itu, literasi juga menjadi sarana bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas dan mengomunikasikan gagasan. Karena itu, karya yang dihasilkan siswa menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran dan pembentukan karakter.

Dukungan terhadap kegiatan sekolah juga datang dari Ketua Komite UPTD SDN 3 Margamulya, Bapak Sarkam, S.Pd., MM.Pd. Dukungan dari pihak sekolah dan komite menjadi bagian dari kolaborasi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang memberikan ruang bagi siswa untuk berkembang sesuai dengan potensi dan kreativitasnya.

Salah satu siswa yang tampil menunjukkan hasil karya literasinya adalah Nabila Dwi Apriani, siswi kelas VI. Nabila merupakan putri dari pasangan suami istri Bapak Casudin dan Ibu Wahyuni. Ia memiliki karya dalam tiga bentuk sastra, yakni pantun, puisi, dan cerpen.

Dalam kegiatan tersebut, Nabila membacakan puisi dan pantun hasil karyanya di hadapan seluruh siswa yang berada di halaman sekolah. Penampilannya disaksikan oleh para guru, staf, dan karyawan UPTD SDN 3 Margamulya.

Kesempatan untuk membacakan karya sendiri di hadapan warga sekolah menjadi pengalaman tersendiri bagi Nabila. Selain menunjukkan hasil dari proses menulis yang telah dilakukan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi siswa untuk belajar tampil, berbicara dengan percaya diri, serta menghargai karya sendiri dan karya teman-temannya.

Karya berupa pantun dan puisi menjadi salah satu bentuk ekspresi yang dapat digunakan siswa untuk mengolah pilihan kata dan menyampaikan pesan secara kreatif. Sementara itu, cerpen memberikan ruang yang lebih luas bagi siswa untuk mengembangkan alur cerita, tokoh, latar, serta gagasan yang mereka miliki.

Kegiatan refleksi dan aksi karya siswa tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa budaya literasi dapat dibangun melalui aktivitas yang dekat dengan kehidupan siswa. Membaca, menulis, kemudian membacakan hasil karya di hadapan orang lain menjadi rangkaian kegiatan yang saling berkaitan dalam proses pengembangan kemampuan literasi.

Bagi sekolah, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada siswa yang telah berani menghasilkan dan menampilkan karya. Apresiasi di lingkungan sekolah diharapkan dapat menjadi dorongan bagi siswa lainnya untuk ikut membaca, menulis, dan menghasilkan karya sesuai dengan minat serta kemampuan masing-masing.






Pelaksanaan Program Sekolah LITAKSERAB di UPTD SDN 3 Margamulya menunjukkan adanya upaya untuk menjadikan literasi sebagai bagian dari aktivitas sekolah, bukan sekadar kegiatan membaca di dalam kelas. Karya siswa dapat menjadi bukti proses belajar sekaligus media untuk mengembangkan kreativitas dan keberanian dalam berkomunikasi.

Dengan adanya dukungan kepala sekolah, komite, guru, staf, karyawan, serta seluruh warga sekolah, kegiatan literasi diharapkan dapat terus dikembangkan melalui berbagai bentuk kegiatan dan karya siswa. Puisi, pantun, cerpen, maupun bentuk karya lainnya dapat menjadi wadah bagi siswa untuk mengekspresikan ide dan mengembangkan kemampuan mereka.

Kegiatan di halaman UPTD SDN 3 Margamulya pada Rabu, 23 September 2026 tersebut pada akhirnya bukan hanya menjadi ajang penampilan karya. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses membangun kebiasaan literasi, keberanian berekspresi, dan penghargaan terhadap kreativitas siswa melalui implementasi Program Sekolah LITAKSERAB.

Melalui karya-karya yang lahir dari tangan para siswa, sekolah terus memberikan ruang agar setiap anak dapat membaca, menulis, berkarya, dan berani menunjukkan hasil karyanya kepada orang lain.

(Tim MSN Indramayu)

Share:
Komentar

Berita Terkini