Medan // MSN,
Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas akademik, jejaring internasional, serta pengembangan kajian bahasa, sastra, dan budaya melalui penyelenggaraan Guest Lecture bertajuk “Literature and Film: Adaptation, Cultural Representation, and Contemporary Perspectives”, Rabu (16/7/2026), di Ruang Pertemuan Fakultas Ilmu Budaya USU.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Program Studi Sastra Indonesia dalam mengimplementasikan agenda internasionalisasi akademik yang sejalan dengan arah pengembangan Fakultas Ilmu Budaya USU sebagai pusat unggulan kajian budaya yang berdaya saing global melalui penguatan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kerja sama internasional.
Guest Lecture menghadirkan Prof. Jin-Ho Shim dari Silla University, Busan, Korea Selatan, serta Bremakila Rangga Surbakti, S.S., filmmaker dari CV. Newster Creative Productions. Diskusi dipandu oleh Bambang Riyanto, S.S., M.Si. Kegiatan turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya USU Mhd. Pujiono, S.S., M.Hum., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Kealumnian Dr. Zulfan, S.S., M.Hum., Wakil Dekan Bidang Administrasi, Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Infrastruktur Akademik Ely Hayati Nasution, S.S., M.Si., CIT, serta Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Internasionalisasi Andi Pratama Lubis, S.S., M.Hum.
Acara diawali dengan sambutan Ketua Program Studi Sastra Indonesia FIB USU, Emma Marsella, S.S., M.Si. Dalam sambutannya, Emma menyampaikan bahwa Guest Lecture merupakan bagian dari strategi Program Studi Sastra Indonesia dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, memperkuat jejaring akademik internasional, serta membuka ruang dialog lintas budaya bagi mahasiswa.
“Program Studi Sastra Indonesia memiliki tanggung jawab untuk terus merawat tradisi keilmuan sekaligus membuka ruang inovasi yang relevan dengan perkembangan zaman. Saya berharap mahasiswa dapat menyimak setiap materi dengan baik, berpikir kritis terhadap berbagai perspektif yang disampaikan, serta menjadikannya sebagai inspirasi dalam mengembangkan kajian sastra, film, dan budaya pada masa mendatang,” ujar Emma Marsella.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Budaya USU, Mhd. Pujiono, S.S., M.Hum., Ph.D., mengapresiasi inisiatif Program Studi Sastra Indonesia yang terus menghadirkan kegiatan akademik bertaraf internasional.
“Inisiatif seperti Guest Lecture ini sejalan dengan arah pengembangan Fakultas Ilmu Budaya untuk mewujudkan transformasi progresif melalui penguatan kearifan lokal dan inovasi global. Saya berharap kegiatan ini semakin memperkuat reputasi akademik Program Studi Sastra Indonesia serta memperluas jejaring internasional yang memberikan manfaat nyata bagi dosen dan mahasiswa,” ujar Mhd. Pujiono.
Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran film pendek karya alumni Program Studi Sastra Indonesia yang mengisahkan kehidupan sepasang kakak beradik setelah kehilangan kedua orang tua mereka. Film tersebut menjadi pengantar diskusi mengenai bagaimana karya audiovisual mampu merepresentasikan nilai-nilai kemanusiaan, empati, serta realitas sosial melalui pendekatan sinematik yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Pada sesi utama, Prof. Jin-Ho Shim membawakan materi mengenai adaptasi sastra, representasi budaya, dan perspektif kontemporer dalam perfilman melalui pembahasan film Made in Korea, sebuah proyek kolaborasi resmi antara India dan Korea Selatan yang dirilis di platform Netflix pada Maret 2026. Film tersebut mengisahkan perjalanan Shenba, seorang perempuan muda asal Kollapallur, Tamil Nadu, India, dalam mengejar impiannya meraih Korean Dream. Menurut Prof. Shim, daya tarik film tersebut terletak pada penggunaan sudut pandang orang luar (outsider’s perspective), yang memberikan cara pandang baru terhadap identitas budaya, migrasi, dan proses adaptasi dalam masyarakat multikultural.
Prof. Shim juga menjelaskan perjalanan Shenba bersama Heo Jun-jae, seorang YouTuber asal Korea Selatan yang menjadi bagian penting dalam proses adaptasi tokoh utama. Dari hubungan kedua tokoh tersebut, peserta diperkenalkan pada konsep Jeong, yaitu ikatan emosional yang hangat, tulus, dan menjadi salah satu nilai budaya khas masyarakat Korea. Melalui pembahasan tersebut, mahasiswa diajak memahami bahwa film tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai sarana membangun pemahaman lintas budaya dan memperkenalkan nilai-nilai kemanusiaan kepada masyarakat dunia.
Sesi diskusi berlangsung secara interaktif dengan antusiasme tinggi dari para mahasiswa. Berbagai pertanyaan mengemuka, mulai dari strategi adaptasi film lintas budaya agar tetap memiliki daya tarik global tanpa menghilangkan nilai budaya yang diangkat, hingga bagaimana karya film dapat menjadi media diplomasi budaya dalam memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilaksanakan penandatanganan kerja sama internasional antara Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara dan Silla University, Busan, Korea Selatan. Penandatanganan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta berbagai kegiatan akademik yang mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi.(Red/Tim)

