Jakarta //MSN,
Pemerintah menetapkan belanja Kementerian/Lembaga (K/L) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 mencapai Rp1.498,2 triliun.
Dari total anggaran tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi lembaga dengan pagu anggaran terbesar, yakni mencapai Rp268 triliun.
Besarnya alokasi tersebut menunjukkan bahwa program pemenuhan gizi masyarakat, khususnya melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG), menjadi salah satu prioritas utama pemerintah pada tahun anggaran 2026.
Anggaran BGN mengalami lonjakan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp116,64 triliun. Kenaikan ini sejalan dengan perluasan cakupan Program Makan Bergizi Gratis yang ditargetkan menjangkau lebih banyak penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Pemerintah juga menyiapkan anggaran khusus untuk Program MBG sebesar Rp335 triliun pada 2026. Nilai tersebut meningkat hampir lima kali lipat dibandingkan alokasi saat ini yang berada di kisaran Rp71 triliun.
Kebijakan penganggaran tersebut menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat investasi sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas gizi anak-anak, pelajar, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya.
Selain BGN, sejumlah kementerian dan lembaga strategis lainnya juga memperoleh pagu anggaran dalam jumlah besar guna mendukung pelaksanaan program prioritas nasional, pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, hingga penguatan pertahanan dan keamanan negara.
Besarnya alokasi anggaran pada RAPBN 2026 diperkirakan akan menjadi perhatian publik dan DPR RI dalam pembahasan lanjutan, terutama terkait efektivitas penggunaan anggaran, mekanisme pengawasan, serta dampaknya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Dengan total belanja K/L yang mencapai hampir Rp1.500 triliun, RAPBN 2026 menjadi salah satu instrumen utama pemerintah dalam mendorong percepatan pembangunan dan mewujudkan target-target strategis nasional dalam beberapa tahun mendatang.(Red/Tim)
