-->

News

Berangkat Cari Nafkah, Tukang Giling Bakso Dibacok Geng Motor di Gaperta — 50 Orang Bersenjata Tajam Berkeliaran, Aparat Kemana?

Admin

 
MEDAN // MSN,

Aksi brutal geng motor kembali meneror Kota Medan. Kali ini, seorang tukang giling bakso berinisial ANH menjadi korban pembacokan sadis di kawasan Simpang Gaperta, Kecamatan Medan Helvetia, Kamis (16/4/2026) dini hari.

Korban yang hendak berangkat kerja menuju Pasar Sei Sikambing bersama keponakannya, R.A.S, justru disergap kawanan geng motor dalam jumlah besar—diperkirakan mencapai 50 orang—yang secara terang-terangan membawa senjata tajam.

Peristiwa mencekam itu terjadi sekitar pukul 03.30 WIB. Saat berpapasan dengan gerombolan tersebut, korban berusaha menyelamatkan diri dengan masuk ke sebuah gang. Namun nahas, akses tertutup portal membuat mereka terjebak tanpa jalan keluar.

Tanpa ampun, korban dan keponakannya dikejar lalu dikeroyok secara brutal.

Akibatnya, ANH mengalami luka bacok serius di betis kiri serta luka lebam di sekujur tubuh, sementara R.A.S turut menjadi korban pemukulan hingga mengalami luka lebam.

Ironisnya, korban mengaku sudah berulang kali memohon ampun dan tidak melakukan perlawanan, namun aksi kekerasan tetap berlanjut.

Menariknya, tidak ada barang berharga korban yang dirampas. Sepeda motor dan telepon genggam tetap utuh—menguatkan dugaan bahwa aksi ini murni teror brutal, bukan kriminalitas konvensional.

Hingga kini, korban belum melapor ke polisi karena masih menjalani perawatan dan mempertimbangkan biaya pengobatan yang tidak sedikit.

Kapolsek Medan Helvetia, Nelson JP Sipahutar, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut pihaknya tengah melakukan penyelidikan, meski laporan resmi dari korban belum diterima.

Pertanyaannya: bagaimana mungkin puluhan geng motor bersenjata tajam bisa leluasa beraksi di jalanan Kota Medan tanpa terdeteksi aparat?

Kasus ini kembali membuka luka lama: lemahnya pengawasan terhadap aktivitas geng motor yang kian meresahkan masyarakat.

(Red/Tim)

Share:
Komentar

Berita Terkini