Medan //MSN,
Seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Medan dilaporkan hilang setelah tidak pulang ke rumah selama kurang lebih dua minggu. Siswi bernama Gloria Siahaan tersebut terakhir diketahui berada di rumah pada 13 Februari 2026, dan hingga kini keberadaannya belum diketahui.
Ibu korban, Desi Ratnasari Sihombing, menjelaskan bahwa Gloria merupakan pelajar SMP Primbana Medan yang beralamat di Jalan AH Nasution. Selama ini, Gloria tinggal bersama neneknya di kawasan Medan Amplas.
Menurut keterangan keluarga, pada Kamis 13 Februari 2026, Gloria berpamitan seperti biasa untuk beraktivitas. Namun, hingga hari-hari berikutnya, remaja tersebut tidak kunjung kembali ke rumah.
“Sampai sekarang anak saya belum pulang dan belum diketahui di mana keberadaannya,” ujar Desi saat ditemui pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Keluarga mengaku telah berupaya mencari Gloria ke sejumlah tempat dan menanyakan kepada kerabat maupun teman-temannya. Namun, upaya pencarian tersebut belum membuahkan hasil.
Berdasarkan informasi dari pihak sekolah, Gloria diketahui tidak masuk sekolah selama empat hari sebelum dinyatakan hilang pada tanggal 13 Februari. Namun, pihak nenek menyebutkan bahwa selama itu Gloria tetap berpamitan pergi ke sekolah dan pulang seperti biasa.
Karena tidak ada kabar dan semakin mengkhawatirkan, pihak keluarga akhirnya membuat laporan resmi ke Polda Sumut. Laporan tersebut dibuat sebagai langkah hukum agar aparat kepolisian membantu proses pencarian.
Desi berharap putrinya dapat segera ditemukan dalam kondisi sehat dan selamat. Ia mengaku sangat cemas karena sudah cukup lama tidak mendapat kabar apa pun dari anaknya.
“Mudah-mudahan bisa segera ditemukan. Kami sekeluarga sangat khawatir karena sudah lama tidak ada informasi,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan orang hilang tersebut. Ia menyampaikan bahwa kepolisian akan menindaklanjuti laporan dengan melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Menurutnya, pihak kepolisian akan mendalami apakah peristiwa ini merupakan kasus orang hilang atau kemungkinan korban meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan keluarga.
“Laporan sudah kami terima dan akan kami proses sesuai prosedur,” kata Ferry Walintukan.
(Red/Tim)
