-->

News

PDIP Bongkar Kebohongan Pemerintah, Ternyata Anggaran Pendidikan Rp223 Triliun Dipangkas Untuk MBG

Admin

 


Jakarta //MSN,

JANUARI 2026 baru berjalan sebulan ketika angka-angka fiskal berbicara lebih keras dari pidato politik. APBN tercatat defisit Rp54,6 triliun, terdalam lima tahun terakhir, melampaui tekanan era pandemi yang disebut ujian terberat keuangan negara.

Di tengah beban utang meningkat dan belanja negara terakselerasi, publik disuguhi klaim tak ada pemangkasan anggaran pendidikan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintahan Prabowo menegaskan MBG bersumber dari efisiensi, bukan dana pendidikan, Jumat.(27/2/26)

Namun, PDI Perjuangan membuka dokumen anggaran dan menemukan fakta berbeda. Dari total Rp769 T dana pendidikan, Rp223 T disebut tersedot membiayai MBG, angka yang tak mungkin disebut sisa efisiensi.

Jika benar, ketentuan mandatory spending 20 persen APBN untuk pendidikan tidak terpenuhi. Artinya terjadi pergeseran anggaran dan potensi pelanggaran amanat konstitusi yang menempatkan pendidikan sebagai prioritas negara.

PDIP menyebut klaim “tidak ada pemangkasan” runtuh oleh data. Dua poinnya jelas: MBG mengambil anggaran pendidikan dan porsi 20 persen pendidikan dalam APBN tak lagi utuh sesuai konstitusi.

Ironisnya, saat kementerian dan lembaga dipaksa diet—memangkas seremonial, kunker, kegiatan di hotel—anggaran MBG justru mengalir deras. Program sosial ini menjadi ladang proyek, dinikmati segelintir penguasa yang diduga meraup keuntungan besar.

Di lapangan, cerita bermunculan: makanan basi, distribusi tak layak, hingga kasus anak-anak keracunan yang disebut hanya 0,00017 persen. Ketika ratusan triliun berputar di pusat, kualitas di daerah dipertanyakan, seolah ada jarak antara niat dan praktik.

Defisit Rp54,6 T pada Januari 2026 menjadi latar polemik ini. Saat ruang fiskal menyempit dan utang membengkak, setiap rupiah semestinya dipertanggungjawabkan transparan.

Dengan membongkar data, PDIP menggeser perdebatan dari slogan ke fakta. Di tengah klaim tak ada pemangkasan pendidikan untuk MBG, pertanyaan publik: jika bukan dari dana pendidikan, dari pos mana Rp223 triliun itu berasal, dan mengapa jejaknya terlihat di sana?. 

(Red/Tim)

Share:
Komentar

Berita Terkini