-->

News

Penelitian Evaluasi dan Optimalisasi Puslitbang Polri di Polres Sergai

Admin

Serdang Bedagai // MSN,

Alat Material Khusus (Almatsus) Dalmas dirancang khusus untuk mendukung pengendalian massa secara bertahap, dengan fokus pada pendekatan premptif, preventif, persuasif, dan humanis, Selasa (3/3/26)

Dilengkapi dengan peralatan seperti helm, tameng, tongkat, body protector, kendaraan taktis (seperti AWC, APC, dan security barrier), senjata non-mematikan (seperti gas air mata dan megaphone), serta peralatan pendukung (seperti kamera perekam dan APAR portable), Almatsus ini memastikan keamanan personel Dalmas sambil menjaga hak asasi manusia dan ketertiban masyarakat selama unjuk rasa. 

Dengan desain ergonomis dan adaptif terhadap dinamika aksi massa modern, peralatan ini menjadi instrumen vital dalam memelihara Harkamtibmas sebagai simbol profesionalisme Polri.

Namun, sejumlah permasalahan masih dihadapi dalam pengoperasian Almatsus ini, di antaranya:

1. Keterbatasan Jumlah Peralatan.

2. Kondisi Peralatan yang Tidak Optimal atau Rusak.

3. Ketidaksesuaian dengan Kebutuhan Lapangan dan Eskalasi Situasi.

4. Kurangnya Pemeliharaan dan Harwat Rutin.

5. Kurangnya Pelatihan Personel dalam Penggunaan.

6. Ketidakadaptifan terhadap Perubahan Karakteristik Unjuk Rasa.

7. Potensi Pelanggaran HAM jika Tidak Sesuai Standar.

Untuk menjawab berbagai tantangan operasional, Puslitbang Polri melaksanakan penelitian berjudul “Optimalisasi Almatsus Dalmas Guna Penanganan Unjuk Rasa Berpotensi Konflik Dalam Rangka Mewujudkan Harkamtibmas”. Tujuannya adalah mengevaluasi dan mengoptimalisasi Almatsus Dalmas di tingkat pusat dan kewilayahan guna mendukung penanganan unjuk rasa secara efektif, humanis, dan aman.

Selain penelitian di atas Puslitbang Polri juga mendapat tugas dari Bapak Wakapolri untuk melaksanakan penelitian tentang. “Peran Polri Dalam Mendukung Program Ketahanan Pangan Guna Mewujudkan Swasembada Pangan“. Program ketahanan pangan Polri merupakan inisiatif strategis Polri dalam mendukung Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, khususnya dalam memperkuat produksi dan distribusi jagung sebagai komoditas pangan utama. 

Polri menjalankan program ini melalui empat kegiatan utama:

1. Pemanfaatan pekarangan bergizi (budidaya ikan pekarangan & peternakan ayam)

2. Optimalisasi lahan produktif untuk tanaman jagung

3. Pengawasan distribusi pangan

4. Rekrutmen dan penempatan Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) Pertanian

Peran Polri tidak lagi hanya pengamanan, melainkan fasilitasi, koordinasi lintas sektor, pendampingan petani, serta menjamin stabilitas wilayah produksi dan distribusi jagung agar swasembada pangan dapat terwujud.

Melalui pendekatan secara kuantitatif dan kualitatif, tim peneliti yang dipimpin oleh KBP Adi Savart Panataran Simanjuntak, S.H.,S.I.K. dengan anggota dari Puslitbang Polri serta didampingi narasumber dari BRIN melakukan pengumpulan data melalui pengisian kuesioner secara online kepada responden Internal Polri yang menggunakan Almatsus Dalmas diiringi dengan wawancara mendalam (indepth interview) kepada informan yang pernah menggunakan peralatan tersebut.(PJS)

Sumber: Puslitbang Polri

Share:
Komentar

Berita Terkini