-->

News

BUPATI NIAS BARAT TINJAU BEBERAPA LOKASI PEMBANGUNAN DI KECAMATAN LAHOMI

Admin

 

NIAS BARAT//MSN,

Bupati Nias Barat, Eliyunus Waruwu, S.Pt., M.Si., melakukan peninjauan pembangunan di beberapa titik lokasi di Kecamatan Lahomi, Kabupaten Nias Barat, pada Selasa (03/03/2025). 

Tekankan Perencanaan Matang SPAM dan Peningkatan Produktivitas Pertanian Sitolubanua

Peninjauan dimulai dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tahap I Tahun 2024, Desa Onolimbu, Kecamatan Lahomi, lalu dilanjutkan peninjauan lokasi Rencana Pembangunan SPAM Tahun 2026 di Sungai Lahomi Desa Sitolubanua. Kegiatan ini menjadi bagian perwujudan Visi Misi Cerah    ke-2.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati menegaskan pentingnya perencanaan yang matang sebelum pelaksanaan pembangunan. Ia meminta agar dilakukan pendataan jumlah rumah di Desa Sitolubanua, Bawozamaiwo, Onolimbu, Onowaembo, dan desa-desa lainnya guna menghitung berapa kubik kebutuhan air per rumah secara akurat.

“Perencanaan harus dimantapkan terlebih dahulu. Setelah itu baru ditentukan sumber pembiayaan dan siapa pengelolanya, apakah bekerja sama dengan pihak swasta atau dikelola langsung oleh pemerintah daerah,” tegasnya.

Bupati juga menugaskan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) untuk segera menindaklanjuti hasil peninjauan tersebut sehingga dalam waktu satu minggu ke depan sudah ada laporan.

Dialog Bersama Petani di Area Sawah Lahere

Selanjutnya, Bupati Eliyunus meninjau Area Sawah Lahere di Desa Sitolubanua, Kecamatan Lahomi. Dalam kesempatan itu, ia berdialog langsung dengan kelompok tani  dan mendengarkan berbagai aspirasi serta keluhan yang disampaikan petani. 

Beberapa persoalan utama yang diutarakan meliputi ketersediaan pupuk, obat-obatan pertanian, benih unggul, serta kebutuhan perbaikan sistem irigasi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Eka Setiaman Lomboe, S.P. dalam laporannya menyampaikan hasil identifikasi permasalahan pertanian di Desa Sitolubanua. Hamparan sawah yang menjadi fokus memiliki luas 42,7 hektar, dengan tingkat produktivitas yang masih tergolong rendah, yakni berkisar antara 1,5 hingga 2,2 ton per hektar.

Ia menjelaskan, salah satu faktor utama rendahnya produksi adalah penggunaan benih hasil panen sebelumnya, bukan benih unggul, yang menyebabkan penurunan hasil sebesar 10 hingga 15 persen setiap musim tanam. Selain itu, pengolahan tanah yang belum optimal serta tingginya serangan hama akibat penggunaan varietas turunan ke-10 hingga ke-11 turut memengaruhi hasil panen.

Sebelumnya, telah disepakati penanaman serentak di seluruh hamparan sawah Lahere Desa Sitolubanua sebagai langkah strategis peningkatan produktivitas.

Menanggapi hal tersebut, Bupati menegaskan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Nias Barat. Ia menyetujui permintaan kelompok tani dengan catatan bersedia mengikuti ketentuan dari Dinas DKPP, termasuk pembangunan jalan untuk akses menuju persawahan serta pemakaian traktor.

Ia juga menginstruksikan DKPP segera menindaklanjuti keluhan dan permintaan kelompok tani, baik urusan benih, pupuk, obat-obatan serta agar menurunkan penyuluh pertanian untuk mendampingi petani secara intensif. Terkait irigasi, Bupati menyampaikan akan dilakukan kajian teknis terlebih dahulu agar pembangunan tepat sasaran dan berfungsi optimal. Kegiatan tersebut merupakan bentuk perwujudan Visi Misi Cerah ke - 3.

Tinjau Infrastruktur Jalan dan Rumah Ibadah

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan ruas jalan Waltermonginsidi yang menghubungkan Sitolubanua - Togimbogi. Jalan tersebut merupakan jalur penting bagi petani, terutama untuk keperluan logistik. 

Selain itu, Bupati juga meninjau kondisi Gedung Gereja GTDI Jemaat Betilekhema, Desa Sitolubanua, Dusun II Balohili, Kecamatan Lahomi. 

Kegiatan ini turut dihadiri oleh anggota DPRD Nias Barat, Perdamaian Daeli, Direktur Perumda, Tolosokhi Halawa, sejumlah pimpinan OPD, pejabat struktural Dinas teknis terkait, Camat Lahomi, rohaniawan, tokoh masyarakat serta perwakilan kelompok tani setempat.

(Red/A.Gulo)

Share:
Komentar

Berita Terkini