TAPANULI TENGAH//MSN,
Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Masinton Pasaribu, SH, MH, turun langsung meninjau sejumlah lokasi sungai serta kegiatan pembersihan dan perbaikan lahan pemukiman warga pascabanjir bandang 25 November 2025 lalu. Peninjauan dilakukan di Kelurahan Bona Lumban, Kecamatan Tukka, Selasa (13/1/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Masinton Pasaribu didampingi Direktur Penyediaan Lahan Kementerian Pertanian Geloria M. K. Ginting, S.P., M.M., M.Sc, Kepala Dinas PUPR Tapteng, para Asisten Bupati, serta unsur teknis terkait.
Bupati Tapteng menegaskan, tahap awal pemulihan difokuskan pada pembersihan lahan-lahan pemukiman warga yang tertimbun sedimen lumpur dan sampah akibat banjir bandang.
“Tahap pemulihan ini kita mulai dari pembersihan kawasan pemukiman warga. Rumah-rumah masyarakat tertimbun sedimen lumpur dan sampah yang cukup tebal, ini harus segera ditangani,” tegas Bupati di lokasi.
Selain pemukiman, pemerintah daerah juga memprioritaskan pemulihan sumber-sumber penghidupan masyarakat, khususnya sektor pertanian. Bupati Tapteng menyebut kawasan Bona Lumban merupakan wilayah sawah produktif yang terdampak parah akibat perubahan alur sungai dan sedimentasi lebih dari satu meter.
“Kita meninjau langsung hulunya. Alur sungai berpindah, sedimentasinya sangat luar biasa. Saat ini alat berat sudah bekerja membuka kembali alur air agar bisa mengaliri jaringan irigasi primer dan sawah masyarakat,” jelasnya.
Bupati Tapteng menambahkan, normalisasi sungai terus dilakukan oleh Dinas PUPR Tapteng dan bersama Balai Sungai, termasuk pembersihan sedimen tanah dan gelondongan kayu yang menutup aliran sungai.
Pemerintah Kabupaten Tapteng bersama Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, serta Kementerian PUPR dijadwalkan melakukan groundbreaking pada 15 Januari 2026 untuk program pembukaan dan normalisasi sawah yang terdampak bencana.
“Sawah ini sebenarnya sawah lama, tapi tertutup pasir dan lumpur. Kita normalkan kembali dengan alat berat, termasuk memperbaiki saluran irigasi yang rusak dan tertimbun longsor.
(Red/A.Gulo)


