-->


News

Situasi di Aceh Tamiang Sangat Menyeramkan, Mayat Dimana mana

Admin


ACEH //MSN,

Bau mayat menyengat di mana-mana. Semakin parah. Berikut ini penuturan seorang relawan yang juga ketua GPI Sumatera Utara, Ahmad Daud, Selasa.(9/12/25)

Safety first ya bagi tim relawan yang turun. Khususnya yang ke Aceh Tamiang. Bau mayat infonya semakin menyengat. 

Saya gak tahu gimana solusinya itu. Ada mayat dalam mobil. Dalam rumah. Bawah pohon, bawah tanah. 

Itu gimana ya tindakan yang tepat?, Efeknya kalau terus tercium bau mayat, gimana? 

Gak mudah telusuri ke Tamiang karena jalannya tidak semua lokasi datar. Bagi yang sudah tertimbun dalam banget gimana solusinya?.

Ada kawan bilang satu-satunya jalan adalah relokasi. Tapi mau relokasi kemana? Mayoritas Aceh Tamiang terdampak. Warga juga banyak pekebun dan peternak.

Mau bangun khawatir ada mayat di dalam tanahnya. Lain lagi tanah belum keras.

Intinya kawan-kawan yang ke Tamiang: safety first (utamakan keselamatan). Mungkin perlu bawak masker tebal.

Moga adalah solusi cepat masalah ini. Jangan sampai Tamiang jadi lautan bau mayat.

Saya bilang situasinya kan sama dengan tsunami Aceh. Bahkan mungkin lebih ruwet dari tsunami. Cuma ada kawan bantah. 

Mengapa lebih ruwet dari tsunami?, Pertama tsunami gak bawa lumpur maka mayat-mayat mudah ditemukan. Kedua pemerintah sigap dan buka kran internasional. Jadi tim-tim terlatih pemburu jenazah cepat turun. 

Dalam bencana saat ini, proses pembusukan mayat tidak lama. Sedangkan pada peristiwa tsunami kan air laut mengandung garam yang membuat jenazah lebih lama bertahan dan ada lokasi dari awal disiapkan jadi kuburan massal.

Ada masalah lain yang sangat krusial. Yaitu tim relawan. Karena mau pakai logika apapun, para pegawai daerah mana bisa fokus sementara keluarganya banyak terkena musibah juga. Satu-satunya ya tim dari luar yang tidak mengalami traumatik dan bisa fokus full. 

Intinya semoga ada solusi masalah ini

Sehat-sehat terus teman-teman yg turun ya. Tetap jaga prima kondisi badan di tengah segala keterbatasan.

(Red/Tim)

Share:
Komentar

Berita Terkini