Foto : PT. Medco E&P Malaka
Aceh Timur ///MSN
PT. Medco E&P Malaka merupakan perusahaan yang bergerak dalam produksi dan eksplorasi migas sudah bertahun-tahun beroperasi di Aceh Timur Keberadaannya membawa dampak bagi masyarakat terutama yang bertempat tinggal di wilayah lingkar tambang seperti Desa Blang Nisam, Bandar Baro. Julok, Nurussalam.Jum'at (1/8/2025).
Kehadiran perusahaan tambang migas tersebut tidak memberikan dampak positif bagi masyrakat meski perusahaan tambang sudah berdiri bertahun-tahun, namun serapan tenaga kerja serta penyaluran dana anggara analisis dampak lingkungan di sektor pertambangan masih sangat rendah dan terbuka."ujar. Supridar Ketua Geuram Aceh Timur.
"Ia menambahkan, penyaluran kontribusi analisis dampak lingkungan yang masih rendah dan tidak merata dirasakan oleh warga dari dampak negatif karena resiko gangguan kesehatan yang sangat tinggi, awalnya perusahaan sudah komit bahwa Dana Kontribusi akan disalurkan kepada delapan (8) Desa yang masuk katagori lingkar tambang akan menerima Rp.1Jt per KK," Jelasnya.
Sambungnya, Kehadiran perusahaan tambang di Aceh Timur tidak sesuai harapan masyarakat yang sebelumnya berharap hadirnya investor tambang Migas bisa meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat Seperti Kecamatan Indra Makmu dan Aceh Timur, ternyata tidak semua itu hanyalah sebuah harapan tanpa kepastian.ucap Supridar.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRK) Aceh Timur diduga tidak peduli terhadap nasib masyarakat sekitar area tambangan yang terdampak langsung oleh kegiatan eksplorasi migas, mereka Merasa bahwa aspirasi dan keluhannya dianggap tidak penting.
Tuduhan Dewan terdiam dan terkesan tidak peduli terhadap masyarakat, adalah tuduhan Serius dan perlu ditanggapi dengan Serius. Perlu ada upaya konkret untuk lebih transparan, dalam keputusan, dan memastikan kebijakan yang diambil benar-benat berpihak pada kepentingan secara adil dan bijaksana.
(M. Alimin)