Seram Bagian Barat//MSN,
Ketua DPD LASQI Nusantara Jaya Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Yeni Rosbayani Asri, menegaskan bahwa seni qasidah bukan sekadar ajang meraih juara, melainkan media untuk menumbuhkan kecintaan terhadap seni Islami, memperkuat ukhuwah, serta membentuk karakter generasi muda.
Hal itu disampaikan Rosbayani saat membacakan sambutan pada acara penutupan Lomba Seni Qasidah DPD LASQI Nusantara Jaya Tingkat Kabupaten SBB di Gedung Putih, Desa Piru, Kecamatan Seram Barat, Minggu (30/8/2026).
Menurut Rosbayani, qasidah memiliki nilai lebih karena memadukan keindahan seni dengan pesan moral dan dakwah.
“Qasidah mengajarkan kepada kita bahwa keindahan seni harus berjalan bersama akhlak. Suara yang merdu akan semakin bermakna apabila menyampaikan kebaikan,” kata Yeni.
Ia menilai penampilan yang memukau akan semakin bernilai apabila dibangun atas keikhlasan, kedisiplinan, kebersamaan, dan penghormatan kepada sesama.
Karena itu, Rosbayani menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan dedikasi, keberanian, kreativitas, dan kesungguhan selama mengikuti perlombaan.
“Bagi peserta yang meraih juara, kami ucapkan selamat. Jadikan kemenangan sebagai amanah untuk terus belajar dan meningkatkan prestasi,” ujarnya.
Sementara bagi peserta yang belum memperoleh hasil sesuai harapan, Yeni meminta agar tidak berkecil hati. Menurutnya, kekalahan bukan akhir perjuangan, tetapi bagian dari proses untuk menjadi lebih baik.
Kepada para juara, ia berpesan agar terus meningkatkan kualitas latihan dan mempersiapkan diri untuk membawa nama baik Kabupaten SBB pada ajang lomba di tingkat yang lebih tinggi.
Rosbayani juga memberikan penghargaan dan terima kasih kepada Pemerintah Daerah, panitia pelaksana, dewan juri, para pembina, pendamping, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia berharap pembinaan seni qasidah tidak berhenti setelah acara penutupan, tetapi terus dilakukan secara berkelanjutan melalui LASQI sebagai wadah pengembangan seni Islami di tengah masyarakat.
“Qasidah tidak hanya hadir di atas panggung perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial, pendidikan, dan pembentukan karakter masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat,” katanya.
Di akhir sambutannya, Rosbayani mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan memperkuat toleransi.
Ia menegaskan bahwa perbedaan suara, gaya, dan kemampuan dalam perlombaan hendaknya dipandang sebagai kekayaan, bukan alasan untuk saling menjauh.
“Pada hakikatnya, kita memiliki tujuan yang sama, yaitu menghadirkan generasi yang beriman, berakhlak, berprestasi, dan bermanfaat bagi agama, masyarakat, bangsa, serta daerah Kabupaten Seram Bagian Barat,” pungkasnya.
(S. Adam)

