-->


News

Kapolda Sumut dan Pangdam I BB Jangan Tebang Pilih, Ratakan dan Tangkap Semua Mafia Tambang Ilegal di Madina

Admin

 



Mandailing Natal //MSN,

Aktivis Sumut Tantang Pangdam I/BB dan Kapolda Sumut Jangan Tebang Pilih: Tangkap Pengusaha PETI dan Ratakan Tambang Ilegal di Mandailing Natal (Madina), Provinsi Sumatera Utara.

Aktivis Sumatera Utara, Asri Sitorus, SH, meminta aparat penegak hukum tidak tebang pilih dalam menindak aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Hal ini disampaikan menyusul operasi penertiban yang dilakukan aparat TNI di wilayah Kecamatan Batang Natal dan Kecamatan Lingga Bayu yang berhasil mengamankan enam unit alat berat jenis excavator serta sejumlah pekerja tambang.

Menurut Asri Sitorus, langkah penertiban tersebut patut diapresiasi sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan dan menegakkan hukum. Namun ia menegaskan, penindakan tidak boleh berhenti pada pekerja lapangan saja.

“Jika negara serius memberantas PETI, maka yang harus ditangkap bukan hanya pekerja di lapangan. Aparat juga harus berani menelusuri dan menangkap pengusaha, pemodal, dan aktor utama di balik tambang ilegal tersebut,” tegasnya, pada Senin.(9/3/26)

Asri juga meminta Kodam I/Bukit Barisan dan Kepolisian Daerah Sumatera Utara memastikan penegakan hukum dilakukan secara transparan dan menyeluruh tanpa pandang bulu.

Menurutnya, selama ini praktik PETI di Mandailing Natal sudah berlangsung lama dan diduga melibatkan jaringan pemodal yang kuat. Karena itu, ia menilai penegakan hukum harus menyasar aktor utama di balik aktivitas tambang ilegal tersebut.

“Aspek keadilan harus dijaga. Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah, sementara pengusaha yang menikmati keuntungan besar justru tidak tersentuh,” ujarnya.

Selain itu, Asri Sitorus juga meminta aparat tidak hanya menyita alat berat, tetapi juga meratakan lokasi tambang ilegal yang terbukti merusak lingkungan agar tidak kembali digunakan untuk aktivitas penambangan liar.

“Kerusakan hutan, pencemaran sungai, hingga ancaman banjir dan longsor sudah menjadi dampak nyata dari PETI. Karena itu kami mendesak Pangdam dan Kapolda bertindak tegas: tangkap pengusaha PETI dan ratakan tambang ilegal di Madina,” katanya.

(Red/Tim)

Share:
Komentar

Berita Terkini