Sumatera Utara // MSN,
Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi Pertalite dan Solar tidak akan naik hingga periode Hari Raya Idulfitri 2026 meskipun harga minyak dunia melonjak tajam dan telah menembus level US$ 100 per barel.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan di Sumatera Utara, lonjakan harga minyak global dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Meski demikian, pemerintah memastikan kondisi tersebut belum akan berdampak pada harga BBM bersubsidi di dalam negeri dalam waktu dekat.
"Sekali lagi saya pastikan agar masyarakat tidak usah merasa gimana menyangkut dengan harga, karena sampai dengan hari raya ini Insya Allah enggak ada kenaikan harga BBM untuk subsidi, ya. Untuk subsidi,” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, pada Selasa.(10/3/26)
Menurut Bahlil, pemerintah saat ini tengah menyiapkan berbagai langkah untuk merespons lonjakan harga minyak dunia. Namun ia menegaskan, persoalan utama saat ini bukan pada ketersediaan pasokan energi melainkan pada tekanan harga global.
“Problemnya kita sekarang bukan di stok, stok enggak ada masalah. Sudah ada semuanya. Kita itu sekarang tinggal di harga,” katanya.
Ia juga memastikan keandalan pasokan BBM nasional tetap terjaga untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijiriah.(Red/Tim)
