Foto: Prosesi memasuki tempat ibadah misa para Misdinar atau
MEDAN// MSN,
Menyambut masa Prapaskah bagi umat Katolik diseluruh dunia ditandai dengan misa Rabu-abu, maka di Sekolah TK, SD, SMP, dan SMA Katolik Budi Murni 2 Medan, jalan Kapiten Purba I , Simalingkar ,Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Rabu (18/02/2026).
Foto: Pastor mengangkat abu untuk diberkati dan para masdinar berlutut didepan mejbah untuk memberika dukungan doa.
Melaksanakan Ibadah suci Rabu abu yang dipimpin oleh Pastor Yakub Barus, OFM, Conv.dari Paroki Fransiskus Asisi Padang Bulan Medan.
Perayaan hari Rabu abu dihadiri oleh Kepala sekolah TK, kepala SD bapak Lambok Fansiskus Napitu, M.Si, Kepala SMP , Alizaro Laia,SH, kepala SMA Budi Murni 2, Drs.Raffael Sitanggang, M.Si.
Para wakil kepala sekolah TK,SD,SMP,SMA, seluruh , bapak ibu guru dan seluruh siswa dari 4 unit , para pegawai karyawan dan satpam sekolah Katolik Budi Murni-2 Medan.
Pagi ini, lapangan Budi Murni 2 terasa lebih hening dari biasanya.
Foto: Para siswa duduk secara tertib dan berdoa dalam misa rabu-abu.
Di bawah langit yang cerah, ribuan peserta didik duduk rapi—wajah polos, mata berbinar, dan hati yang siap belajar makna. Semakin terharu dan merenung saat menyanyikan lagu "
Hanya debulah aku
Di alas kakiMu Tuhan
Hauskan titik embun
Sabda penuh ampun
Tak layak aku tengadah
Menatap wajahMu
Namun tetap kupercaya
Maha rahim engkau
Ampun seribu ampun
Hapuskan dosa dosaku
Segunung sesal ini
Ku hunjuk padaMu
Tak layak aku tengadah
Menatap wajahMu
Namun tetap kupercaya
Maha rahim engkau
Tak layak aku tengadah
Menatap wajahMu
Namun tetap kupercaya
Maha rahim engkau
Di barisan depan, peserta didik mengikuti misa dengan penuh perhatian.
Di belakang mereka, para guru dan pegawai hadir mendampingi, menjaga, dan menopang perjalanan iman peserta didik.
Misa Rabu Abu berlangsung dengan khidmat, dipimpin oleh Pastor Yakub Barus, OFM, Conv.
Dalam homilinya, Pastor mengingatkan bahwa abu adalah lambang dukacita, kefanaan hidup manusia, sekaligus tanda pertobatan.
Rabu Abu mengajak kita menyadari bahwa dunia ini fana, dan mengundang setiap pribadi untuk bertobat serta kembali percaya kepada Injil.
Pastor menegaskan pesan Injil hari ini:
berbuat baik tidak perlu dipamerkan,
berdoa tidak harus disaksikan,
berpuasa bukan untuk dipuji.
Sebab semua itu adalah relasi pribadi kita dengan Allah—
dilakukan dengan tulus, dalam keheningan hati.
Satu per satu, peserta didik, guru, dan pegawai maju menerima abu di dahi.
Para guru dan pegawai setia memberikan pendampingan terbaik, memastikan seluruh rangkaian misa berjalan tertib dan penuh kekhusyukan.
Usai misa, suasana pun mencair.
Anak-anak kembali berbagi cerita, tersenyum, dan menikmati kebersamaan—sebuah potret sederhana dari iman yang hidup.
Para siswa menerima tanda salib dengan abu yang di buat di dahi atau di kening yang yang disampaikan Prodiakon.
Berikut momen kebersamaan para siswa, guru,pegawai karyawan dan satpam hari ini di sekolah katolik Yayasan Don BosCo, Budi Murni-2 Medan.
(Red/A.Gulo)







